Bandara Internasional Adisutjipto Antisipasi Erupsi Gunung Agung di Bali
Sesuai instruksi Menteri Perhubungan, Bandara Adisutjipto telah menyiapkan rencana rute darurat jika kondisi di Bali semakin memburuk.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Peningkatan status Gunung Agung di Bali belum mempengaruhi penerbangan dari dan ke Bali pada Sabtu (23/9).
Namun demikian, General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan terkini kondisi Gunung Agung.
Hal ini terkait arah angin yang membawa abu vulkanik dan membahayakan penerbangan.
Agus Pandu mengatakan sejauh ini tedapat empat maskapai yang melayani rute penerbangan dari dan menuju Bali.
Mereka yang melayani penerbangan dengan rute Bali adalah dua pesawat dari Air Asia, satu dari Nam Air, dua Lion Air dan tiga dari maskapai Garuda.
Dari total delapan pesawat itu maka setiap harinya ada 16 kali penerbangan baik menuju ke Bali atau dari Bali ke Yogya.
"Sejauh ini masih aman. Tapi kami tetap waspada kalau Gunung Agung erupsi dan angin ke selatan, berarti bandara di Bali closed," jelasnya.
Bila angin yang membawa abu vulkanik berhembus ke selatan, maka Bandara I Gusti Ngurah Rai di pulau dewata itu akan terdampak dan harus tutup.
Tak hanya itu saja, beberapa bandara di luar Bali bisa terkena imbasnya seperti Lombok, Kupang, hingga Australia.
Dan bila angin itu ke barat, maka yang bisa terkena dampak abu vulkanik adalah bandara di Surabaya dan bisa jadi bandara-bandara lainnya di Pulau Jawa.
Terkait hal itu, segala bentuk antispasi telah dilakukan oleh pihak Bandara Adisutjipto bila bandara Ngurah Rai di Bali ditutup.
Satu di antaranya adalah berkoordinasi dengan maskapai yang memiliki rute penerbangan ke Bali.
"Yang jelas kalau bandara di Bali closed, pasti ada penumpang yang tidak jadi diberangkatkan. Nah kami sedang koordinasi dengan maskapai, apakah nanti penumpuang diinapkan sambil menunggu atau bagaimana, saat ini kami masih koordinasi," paparnya.
Sembari menunggu, pihaknya terus bekerja sama dengan BMKG untuk memonitor perkembangan aktivitas Gunung Agung.
Setiap jam mereka mendapat informasi terbaru, termasuk arah angin dan sejauh mana keselamatan penerbangan bisa dipantau.
Lebih lanjut, sesuai dengan instruksi Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, pihak mereka telah menyiapkan rencana rute darurat jika kondisi di Bali semakin memburuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bandara-mudik_dgf_20160625_130938.jpg)