Film 'Dluwang' Angkat Kisah Pasar Klithikan
Lewat film pendeknya, sutradara Agni Tirta mengangkat banyak hal tentang di balik Pasar Klithikan.
Penulis: rap | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pasar Klithikan adalah ruang alternatif tidak hanya mempertemukan penjual dan pembeli barang bekas, namun juga sebagai ruang publik dimana interaksi sosial hidup di dalamnya ditengah-tengah gempuran pasar modern dan ‘online shop.’
Klithikan juga menjadi sumber informasi alternatif, dimana kita bisa mendapatkan barang-barang yang dijual di pasar kebanyakan.
Melampaui gagasan sebagai sebuah pasar, Pasar Klithikan juga menjadi alternatif sumber ilmu.
Lewat film pendeknya, sutradara Agni Tirta mengangkat banyak hal tentang di balik Pasar Klithikan.
Film berjudul ‘Dluwang’ ini bercerita tentang sosok Toni Lubis yang setiap hari beraktivitas di Pasar Klithikan, baik sebagai penjual dan juga pembeli.
Barang dagangan utamanya adalah kertas lawas. Tak jarang ia menemukan dokumen maupun benda bersejarah di tempat itu.
Film Dluwang adalah tentang cerita sejarah dari tempat sampah.
Diceritakan bahwa Toni adalah pedagang klithikan yang fokus menjual barang dagangan berupa kertas lama.
Baca: Panglima TNI Beri Instruksi Nonton Bareng Film G30S/PKI, Ini Alasannya
Barang yang dijual Toni berupa arsip lama, buku lama, uang kertas lama hingga manuskrip atau naskah kuno.
Umumnya barang yang paling banyak dicari adalah peninggalan masa penjajahan jepang, era revolusi dan dokumen-dokumen tema 65.
Banyak pihak dari berbagai kalangan menghubungi Toni untuk mencari barang yang diperlukan, para peneliti atau penulis buku, badan pertanahan hingga para pembuat film yang membutuhkan bahan riset atau properti film dengan setting masa lalu.
Ironisnya, seharusnya artefak sejarah ini idealnya berada di tempat arsip nasional maupun badan yang mengurusi hal itu sehingga bisa diakses dengan mudah oleh siapapun yang membutuhkan.
Kebanyakan barang yang dimiliki Toni dibeli oleh kolektor-kolektor bahkan banyak diantara justru dibeli oleh orang asing.
Padahal Toni sendiri lebih suka jika barang-barang yang ia jual sebaiknya berada di museum atau badan arsip resmi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/syuting-film-dluwang_20170922_161919.jpg)