Perdais Kebudayaan Diharapkan Bisa Mengentaskan Kemiskinan

Kebudayaan yang dimaksud adalah kebudayaan yang berbasis masyarakat dan bukan hanya seni budaya saja

Perdais Kebudayaan Diharapkan Bisa Mengentaskan Kemiskinan
Tribunjogja/ Kurniatul Hidayah
ILUSTRASI: Suasana public hearing tentang Rancangan Peraturan Daerah Istimewa (Raperdais) Pengelolaan dan Pemanfaatan Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten (Raperdais Pertanahan, red), di Ruang Rapat Paripurna (Rapur) lantai 2 DPRD DIY, Senin (28/11/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dana Keistimewaan (Danais) diharapkan bisa menjadi trigger atau dana ungkitan untuk pertumbuhan ekonomi yang besar di Yogyakarta.

Hal ini diutarakan oleh Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD DIY, Zuhrif Hudaya.

Menurut Zuhrif, keberadaan Danais bisa untuk mengentaskan kemiskinan, terlebih melihat data yang ada Kemiskinan di DIY masuk 10 besar tertinggi di Indonesia.

Selain juga untuk mengurangi Ratio Gini DIY yang tinggi.

Belum lagi masalah lain.

"Ini keistimewaan, kalau keistimewaan tidak dipakai untuk kesana, untuk apa?" ujarnya kepada wartawan di DPRD DIY, Kamis (21/9/2017).

Menurutnya hal hal negatif itu harus bisa segera diselesaikan.

Pihaknya berharap Raperdais Kebudayaan tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan bisa betul-betul didorong ke arah tersebut.

Ditanya soal upaya kongkrit yang bisa dilakukan lewat Perdais ini, menurutnya kebudayaan yang dimaksud adalah kebudayaan yang berbasis masyarakat dan bukan hanya seni budaya saja, namun juga hal lain seperti kuliner misalnya.

Baca: Raperdais Tak Kunjung Disahkan, Para Dukuh Bingung Status Tanah Desa

Maka kuliner inilah yang bisa dikembangkan dan ditumbuhkan.

"Seperti terkait dengan apa yang menjadi khas Jogja, ini bisa nanti mengembangkan turunan dari kuliner contoh gudeg, sekarang ini bahan bahan gudeg tidak diambil dari Jogja karena sudah gak ada pohon nangka, kenapa gak ini masyarakat ditumbuh kan, kita kira kalau masyarakat punya nangka semua tercover dan tumbuh ekonominya, pohon pohon ekonomis ditumbuhkan," ujarnya mencontohkan.

Menurutnya Pedais ini yang dipakai Pemerintah Pusat untuk mengeluarkan Danais, maka jika di Perdais dicantumkan tentang kuliner, kemudian tentang ekonomi kreatif dan pengembangan wilayah, pengentasan kemiskinan, maka hal hal tersebut bisa dibiayai.

"Dalam kurun waktu lima tahun sudah Rp 2,6 triliun yang digelontorkan. Pertanyaan apakah ini sudah bisa mengurai kemiskinan? kan belum, ini menurut saya paling penting, masyarakat yang berjuang mendapatkan keistimewaan ternyata belum terentaskan kemiskinan," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: dnh
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved