Perlu Ada Upaya Konkret Tangkal Radikalisme
Kalau radikalisme tidak ada upaya konkret dari semua pihak untuk mencegahnya, tentu akan menimbulkan kerusakan dan keresahan di tengah masyarakat
Penulis: sis | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hening Wasisto
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Radikalisme merupakan suatu paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis.
Kalau radikalisme tidak ada upaya konkret dari semua pihak untuk mencegahnya, tentu akan menimbulkan kerusakan dan keresahan di tengah masyarakat.
Sehingga rasa aman, nyaman di kehidupan masyarakat hilang.
Hal tersebut diungkapkan KH Bukhori Muslim, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Bantul saat memberikan pemaparan dalam diskusi panel "Menangkal radikalisme dalam rangka menjaga situasi kambtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Bantul", Rabu (20/9/2017) di Gedung Induk lantai 3 Pemda Bantul.
Selain, Bukhori Muslim dua narasumber lain dihadirkan dalam diskusi sore tadi, yakni KH Irwan Masduki, pengasuh ponpes Mlangi Gamping Sleman, serta Kombes Pol Rudi Heru Santosa, Direktur Binmas Polda DIY.
Bukhori melanjutkan, akhir-akhir ini radikalisme, terorisme sering dikaitkan dengan isu agama tertentu.
Kasus-kasus tentang bom, kekerasan sering pula dikaitkan dengan agama tertentu.
Padahal, kata Bukhori, tidak ada satu agama pun yang mengajarkan kekerasan dan kerusakan.
Baca: Sultan Minta Kampus Miliki Sistem Deteksi Dini Paham Radikalisme
"Apalagi di dalam Islam sudah jelas diperintahkan untuk saling tolong menolong dalam hal kebaikan. Menghujat menyakiti merugikan orang adalah tindakan dosa yang dilarang agama," jelasnya.
Untuk itu sebagai lembaga pemerintahan Kementrian Agama sesuai dengan tupoksinya (tugas pokok dan fungsinya) telah berusaha aktif ikut mencegah tindakan radikal.
Disebutkan Bukhori, mengadakan pertemuan dan pembinaan kepada FKUB adalah salah satu tindakan nyatanya. Selain itu, mengadakan pembinaan kepada pondok-pondok pesantren, ustaz/ustazah, guru PAI agar tidak mengajarkan pelajaran agama berbau radikal kepada peserta didik.
"Menyeleksi dengan ketat izin operasional pondok pesantren, mengajarkan islam yang rahmatan lil alamin kepada para rohis, meratakan penyuluh agam islam NIP di tiap Kecamatan di Kabupaten Bantul juga sudah kami lanjutkan," urainya.
Diharapkan, lanjutnya, dapat menyebarkan agama Islam yang santun dan sebagai lem perekat umat.
"Harapan kami mereka juga bisa ikut meredam setiap gejala ketidak harmonisan antar umat," jelasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/fgd-tangkal-radikalisme-di-bantul_20170920_184452.jpg)