Mari Pahami Cara Kerja IUD dan Cara Melakukan Pemeriksaan Posisi IUD
Pada prinsipnya penggunaan alat kontrasepsi adalah untuk menunda kehamilan bahkan untuk meniadakan potensi kehamilan bagi pasangan suami istri.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dokter Spesialis Kandungan RSUP Dr Sardjito, dr Muhammad Lutfi Alkaff SpOG KFer menjelaskan bahwa setiap metode kontrasepsi tetap ada peluang kegagalannya, alias walau alat kontrasepsi sudah terpasang namun tetap bisa hamil.
"Potensi gagal tetap ada. Tapi presentasenya berapa, saya tidak hafal angkanya," ucapnya, di ruang kerjanya, Rabu (13/9/2017).
Ia pun menjelaskan, pada prinsipnya penggunaan alat kontrasepsi adalah untuk menunda kehamilan bahkan untuk meniadakan potensi kehamilan bagi pasangan suami istri.
Satu di antara alat kontrasepsi yang minim efek samping, berfungsi untuk menunda kehamilan dan bisa digunakan dalam jangka panjang adalah IUD.
IUD dimasukkan ke dalam rahim dan menghalangi pembuahan antara sperma dan juga sel telur dengan adanya proses inflamasi atau peradangan di rahim.
"Ada bahan tembaga di IUD yang meningkatkan efektivitas peradangan sehingga sperma tidak bisa melakukan pembuahan," ujarnya.
Setelah seseorang memutuskan untuk memasang IUD, maka langkah berikutnya yang harus diperhatikan adalah melakukan kontrol.
Kontrol dilakukan untuk mendeteksi letak IUD, apakah sudah berada di tempat yang seharusnya apakah bergeser.
"Kontrol dilakukan setelah pasien memasang IUD, yakni 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, dan 6 bulan," ucap Lutfi.
Selanjutnya, pasien bisa melakukan kontrol secara mandiri.
Dijelaskan Bidan Intalasi Kesehatan Reproduksi RSUP Dr Sardjito, Dessi Pratiwiana pemeriksaan mandiri tersebut dilakukan setelah menstruasi.
"Karena pada saat menstruasi kan mengeluarkan darah kotor dan mulut rahim terbuka sehingga memudahkan perabaan," kata Dessi.
Langkah yang dilakukan adalah mencuci tangan hingga bersih lalu memasukan jari ke mulut rahim.
Bila teraba benang, maka posisi IUD telah benar.
Namun kalau teraba padat, maka posisi IUD keluar.
"Kalau tidak teraba apapun maka harus segera ke diperiksakan karena posisi IUD tidak terdeteksi," tambahnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cara-mengontrol-iud_20170913_213128.jpg)