Penanda Keistimewaan Jadi Bagian dari Rebranding Jogja Istimewa
Hamemayu Hayuning Bawono dan Hasta Brata yang akan dijelaskan secara detil kepada pendaftar sayembara melalui brief.
Penulis: dnh | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Arief Budiman, Anggota Tim Pengarah Sayembara Kawasan Terpadu Penanda Keistimewaan mengatakan bahwa penanda keistimewaan adalah bagian dari proses implementasi dari rebranding Jogja Istimewa.
Hal ini sama dengan yang telah dilakukan yakni seperti penataan kawasan Malioboro yang juga merupakan representasi dari rebranding Jogja Istimewa.
Penanda kesitimewaan diharapkan menjadi ikon baru DIY.
"Kawasan penanda keistimewaan menjadi sangat strategis, karena kita ingin itu menjadi satu ikon Jogja yang melengkapi ikon ikon yang sekarang yang ada," katanya Selasa (12/9/2017).
Arif berharap, kawasan terpadu penanda keistimewaan mengandung nilai filosofi dan konseptual yang berakar dari kearifan dan kekuatan sejarah namun juga bisa bertahan dan membawa visi misi rebranding Jogja kedepannya.
Dengan mengacu pada renaisans menyongsong peradaban baru, Hamemayu Hayuning Bawono dan Hasta Brata yang akan dijelaskan secara detil kepada pendaftar sayembara melalui brief.
Pembagian kawasan menjadi lima sub kawasan dikatakan olehnya dirancang supaya memberikan kemanfaatan kepada stakeholder yang ada di kawasan itu secara khusus dan juga untuk Yogya secara luas sebagai bentuk implementasi Hamemayu Hayuning Bawana.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sayembara-keistimewaan_20170912_123345.jpg)