Ini Keunikan Wayang Kulit Asal Klaten Dibanding Wayang Asal Solo dan Yogya
wayang kulit buatan Klaten memiliki ciri khas yang tidak ditemui di hasil kerajinan wayang dari daerah lain, terutama pada bentuk hingga raut wajah ya
Penulis: ang | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGA.COM - Meski diapit dengan dua kota budaya, Solo dan Yogya, wayang kulit buatan empu di Klaten paling banyak dicari oleh kolektor wayang, terutama yang sudah dianggap lawas atau kuno.
Ketua Seniman Muda Klaten Club (SMKC), Suluh Juliarsah mengatakan wayang kulit buatan Klaten memiliki ciri khas yang tidak ditemui di hasil kerajinan wayang dari daerah lain, terutama pada bentuk hingga raut wajah yang lebih berkarakter.
"Banyak kolektor, seniman yang mengatakan wayang kulit dari Klaten lebih hidup karena memiliki anatomi wajah yang lebih proposional," ungkapnya.
Karena kekhasan itu, wayang kulit asal Klaten dinilai lebih bagus dibandingkan dari Solo maupun Yogya.
Hal tersebut menjadikan wayang kulit asal Klaten menjadi buruan hingga saat ini.
Menurutnya hal ini dipengaruhi dengan cara pembuatan wayang kulit itu sendiri, terutama cara tatah wayang kulit.
"Dan ciri khas ini sulit ditiru karena menjadi karakter dari wayang kulit asal Kabupaten Klaten," katanya.
Saat ini terdapat tiga sentra kerajinan wayang, yaitu di Desa Danguran Kecamatan Klaten Selatan, Desa Sidowarno Kecamatan Wonosari, dan Desa Somokaton Kecamatan Karangnongko. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pameran-wayang-kulit_20170911_182832.jpg)