Sentra Bambu Gentan Margoagung Terus Kembangkan Inovasi

Dua kelompok yang memiliki anggota sekitar 40 pengrajin tersebut mampu menghabiskan 500 batang bambu wulung, apus, dan petung untuk memproduksi mebel.

Sentra Bambu Gentan Margoagung Terus Kembangkan Inovasi
TRIBUNJOGJA.COM / Arfiansyah Panji
Terbentuk sejak tahun 2008, Sentra Bambu Getan, Margoagung, Seyegan, Sleman miliki dua kelompok pengrajin bambu yaitu Rosse Bambu dan Lincak Agung. Seiring perkembangannya, kedua kelompok tersebut terus berinovasi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Terbentuk sejak tahun 2008, Sentra Bambu Getan, Margoagung, Seyegan, Sleman miliki dua kelompok pengrajin bambu yaitu Rosse Bambu dan Lincak Agung.

Seiring perkembangannya, kedua kelompok tersebut terus berinovasi.

"Sekitar 1970 sudah dimulai ada pengrajin, terbentuknya kelompok mulai 2008. Ada dua kelompok yaitu Rosse Bambu dan Lincak Agung," ujar Endri Susanto, Ketua Sentra Bambu Gentan Margoagung saat pengukuhan sentra industri mebel bambu kelompoknya, Rabu (6/9).

Lanjutnya, pengrajin bambu yang dulunya masih menggunakan metode tradisional kini lebih modern.

Tidak hanya memproduksi lincak, kelompoknya juga memproduksi sofa, almari, bahkan gazebo.

Dua kelompok yang memiliki anggota sekitar 40 pengrajin tersebut mampu menghabiskan 500 batang bambu wulung, apus, dan petung untuk memproduksi mebel.

Bahan baku bambu sendiri di dapat dari daerah Minggir, Cangkringan dan Kulon Progo dengan harga berkisar Rp15 ribu per batangnya.

"Perorang bahkan ada yang bisa menghasilkan 30an lincak tradisional. Artinya sehari dapat satu," jelasnya.

"Setiap item bisa dijual sekitar Rp80 ribu hinga Rp150 ribu," tambahnya.

Endri melanjutkan, persoalan yang dihadapi sekarang adalah menemukan solusi agar produknya dikenal luas. Selama ini pemasaran hanya melalui mulut ke mulut, dijual keliling, dan hanya sebagian menggunakan medsos.

Selain itu, di sentra bambu tersebut juga ada sekolah pengrajin bambu agar regenerasi tetap terjaga dan memenuhi kebutuhan pasar. (*)

Penulis: app
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved