Sopir Bus Eka yang Tewas Kena Lemparan Batu Tetap Rahasiakan Lukanya saat di Terminal Solo

Sopir bus Patas trayek Surabaya-Magelang via Solo ini kehabisan darah akibat terkena lemparan batu di Masaran, Sragen, Kamis (31/8/2017) dini hari.

(TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI)
Foto Misdi semasa masih hidup 

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Meninggalnya Misdi menyisakan duka yang mendalam bagi rekan-rekannya sesama pegawai PO Eka.

Sopir bus Patas trayek Surabaya-Magelang via Solo ini kehabisan darah akibat terkena lemparan batu di Masaran, Sragen, Kamis (31/8/2017) dini hari.

Misdi yang terluka di kaki tetap membawa bus ke Solo, kemudian mengoper penumpang di Terminal Tirtonadi.

Dia memaksakan pulang ke rumah di Sumber Jetis, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, tak begitu jauh dari terminal.

Baca: Istri Pukul, Hajar, Lempar Suaminya di Malam Pertama. Ia Ngeri dengan Ukuran Mr P Suami yang Jumbo

Istri dan tetangga kemudian membawa Misdi ke RS Panti Waluyo tapi nyawanya tak bisa diselamatkan.

Slamet (52), mandor PO Eka, berada di Tirtonadi saat Misdi mengoper penumpang bus setelah pelemparan tersebut.

Dia melihat kaca depan sebelah kanan bus berpelat nomor S7331US itu pecah.

Baca: Dasteran dan Sandalan Jepit Lalu Beli Makanan di KFC, Aksi Gadis Beparas Ayu Ini Sukses Bikin Heboh

Tepat di depan kursi pengemudi.

Misdi (51), sopir bus patas PO Eka jurusan Surabaya-Magelang yang jadi korban pelemparan batu
Misdi (51), sopir bus patas PO Eka jurusan Surabaya-Magelang yang jadi korban pelemparan batu (facebook)

"Saya lihat pecah berupa bolongan besar. Saya belum sempat mengecek kondisi Misdi karena tugas saya mengoperkan penumpang ke bus yang lain. Bus masuk terminal kira-kira pukul 03.20 pagi," jelasnya kepada Tribunjateng.com di Tirtonadi, Jumat (1/9/2017) malam.

Merasa ada sesuatu yang janggal, mandor ini bertanya perihal kondisi sang sopir.

Jawaban ayah tiga anak itu singkat saja sehingga Slamet tak ingin berbicara lebih lanjut.

"Yakin sekali kalau batu itu mengenai Misdi. Wong kaca yang pecah saja persis di depan sopir. Tapi dia bilang tak apa-apa. Cuma dia langsung meminta izin membawa bus ke rumah," tutur Slamet.

Tentu saja pria yang lebih tua setahun ini langsung mempersilakan Misdi pulang untuk beristirahat.

Bak disambar petir, pada pagi hari Slamet terperanjat mendengar kabar mengenai Misdi yang meninggal.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved