Ketua DPD PDIP DIY: Dana Parpol Masih Kurang
Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Bambang Praswanto mengatakan bahwa selama ini dana partai politik (parpol) masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Bambang Praswanto mengatakan bahwa selama ini dana partai politik (parpol) masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan partai.
Ia menjelaskan pada tahun 2017, pihaknya mendapatkan dana parpol sebesar Rp 340 juta dan itu ia sebut sebagai dana yang paling besar di antara parpol lain.
"Kalau untuk tingkat DIY, minimal Rp 1,5 miliar per parpol," jelasnya ketika dihubungi Tribun Jogja, Rabu (30/8/2017).
Bambang menjelaskan dana parpol tersebut digunakan untuk administrasi sebanyak 60 persen dan keperluan pendidikan politik sebanyak 60 persen.
"Coba dihitung keperluan administrasi, kebutuhan pegawai, telepon, transportasi per bulan lebih dari Rp 20-25 juta per bulan.Kalau dikalikan 12. Belum urusan terkait perjalanan-perjalanan," bebernya.
Sementara itu, imbuhnya, untuk pendidikan politik kaitannya dengan kaderisasi. Kaderisasi selama ini dilakukan sesuai dengan anggaran yang ada.
"Misalnya tiap partai politik dalam setahun melakukan kaderisasi 300-500 orang, Tiap 1 orang Rp 1 juta, termasuk penginapan dan sebagainya," terang Bambang.
Di luar urusan dana parpol, untuk kantor sekretariat DPD PDI-P DIY dirinya menjelaskan bahwa kepemilikan kantor tersebut sepenuhnya adalah milik mereka. Sejak tahun 1982 pemerintah telah menghibahkan tanah yang menjadi tempat mereka bernaung.
Terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Barang Daerah (PBD) Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIY, Adi Nugroho menjelaskan bahwa tidak satu pun sekretariat parpol di DIY yang menggunakan aset milik daerah. Sekalipun pada zaman ketika jumlah parpol masih tiga yakni Golkar, PPP, dan PDI-P.
"Kalau yang sekretariat PDI-P kemungkinan itu tanah SG (Sultan Ground)," ujarnya. (kur/tribunjogja.com)