Viral Medsos

Ngeri, Warga Boyolali Ini Tiba-tiba Digigit Kera di Teras Rumah, Begini Kronologinya

Seorang wanita tua tiba-tiba digigit kera ekor panjang saat mengupas terong di depan rumahnya.

Penulis: say | Editor: Muhammad Fatoni
facebook.com / Dini Keysa
Korban serangan kera di Gunungsari, Karangkepoh 

TRIBUNJOGJA.COM - Kejadian mengerikan terjadi di Dusun Gunung Sari, Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah.

Seorang wanita tua tiba-tiba digigit kera ekor panjang saat mengupas terong di depan rumahnya.

Informasi itu disampaikan warganet bernama Dini Keysa melalui akun Facebooknya, Kamis (24/8/2017). Dari foto yang diunggah Dini terlihat, si korban mengalami luka di kaki dan sampai harus diperban.

"Korban kethek lg,,,skrng warga Gunung Sari, Karangkepoh..Ya Allah ya Robi lindungi lah keluarga ku dr hewan itu...." tulis Dini.

Di komentar Dini menjelaskan, wanita tua itu merupakan korban ke-15 dari teror kera nakal. Sebelumnya, pernah ada anak kecil yang jadi korban.

Warga diserang kera ekor panjang di Boyolali
Warga diserang kera ekor panjang di Boyolali (facebook/ dini keysa)

Warga juga dibuat ketakutan dengan ulah kera itu. Adapun wanita tua yang jadi korban hari ini sampai harus dilarikan ke rumah sakit (RS) di Solo untuk mengobati lukanya.

"Kan di kampung msh banyak pepohonan,sawah,ladang,bukit2. ..jg luas bwat ngumpet nya," ujarnya.

Dua jam kemudian, Dini membuat postingan yang mengatakan bahwa kera itu sudah ditangkap.

"Alhamdulillah kethek e wes ketangkep...di desa Gunung Sari," kata Dini.

Saat dikonfirmasi TribunJogja.com, Dini membenarkan soal teror kera tersebut. Kera itu sudah menggigit 15 orang dari lima dusun yang berbeda.

Setelah menggigit korbannya, kera itu kemudian pergi ke utara rumah. Tak berapa lama kemudian, ternyata si kera datang lagi ke lokasi tempatnya menggigit korban untuk menjilat darah yang tersisa.

Warga yang melihat pun langsung membunyikan kantongan sehingga banyak orang berkumpul. Mereka kemudian mengepung kera tersebut.

"Masuk salah satu rumah dapur warga baru itu ditembak satu kali masih ngumpet di kolong. Habis itu ditembak lagi terus mati," ungkap Dini.

Proses penangkapannya juga melibatkan polisi, tentara dan warga setempat.

"Jam 10 nyokot tanggaku...trus di ngon...di kepung," kata Dini. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved