Breaking News:

Rumah Makan Dirusak Suami, Wanita yang Selingkuh dengan Berondong Ini Lapor Polisi

Kejadian tersebut bisa sampai ke meja kepolisian, setelah si istri melaporkan pengrusakan itu ke Polsekta Samarinda Seberang.

Editor: oda
ISt
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Tak kuat dengan tingkah laku istrinya, pengusaha bus di Samarinda merusak rumah makan usaha keluarganya.

Hal tersebut bukan tanpa sebab dilakukan pengusaha bus jurusan Kota Bangun, Kutai Kartanegara itu.

Istri yang telah memberikannya tiga anak itu, berselingkuh dengan karyawan rumah makannya.

Perusakan rumah makan yang terdapat di Jalan Cipto Mangunkusumo itu, dilakukan pengusaha bus bernama Karyono (45) itu, sekitar pukul 13.30 Wita, Senin (21/8/2017) siang.

Tidak terima dengan tindakan suaminya itu, sang istri bernama Suyanti (41), langsung menghujamkan parang ke kepala suaminya, hingga mengakibatkan terjadinya pendaharan di kepala suaminya tersebut.

Bahkan, kejadian tersebut bisa sampai ke meja kepolisian, setelah si istri melaporkan pengrusakan itu ke Polsekta Samarinda Seberang.

Pasangan suami istri yang terlibat pertikaian dilakukan mediasi oleh jajaran kepolisian Polsekta Samarinda Seberang, Senin (21/8/2017).
Pasangan suami istri yang terlibat pertikaian dilakukan mediasi oleh jajaran kepolisian Polsekta Samarinda Seberang, Senin (21/8/2017). (tribunkaltim)

Dari hasil pemeriksaan, si istri mengakui kalau telah berselingkuh dengan karyawannya yang masih berusia 21 tahun.

Bahkan, diketahui keduanya telah kerap berhubungan badan di rumah makannya.

Parahnya, saat dilakukan pemeriksaan, leher si istri masih dipenuhi dengan bekas ciuman berwarna merah, yang dilakukan oleh pasangan selingkuhannya itu.

"Rumah makan itu jadi tempat berselingkuh si istri, makanya suaminya marah dan merusak rumah makan yang sehari-hari di jaga oleh istrinya itu," ucap Kapolsekta Samarinda Seberang, Kompol Fatich Nurhadi, Senin (21/8/2017).

Dari informasi yang ada, pasangan suami istri itu telah lama tidak akur, namun keduanya belum pisah atau bercerai.

"Kita nasehati, lakukan mediasi, kita upayakan untuk mereka dapat damai, dan rujuk kembali. Jadi, tidak semua kasus berakhir di penjara," ungkapnya.

Setelah diberi nasehat dan pembinaan terhadap keduanya, akhirnya pasangan suami istri itu sepakat untuk berdamai, yang dibuktikan dengan membuat surat pernyataan bermaterai.  (TribunKaltim)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved