Wali Kota Wacanakan Kota Yogya Punya Ambulans Mini Setiap Kecamatan
Ambulans mini ini diklaim mampu menjangkau kawasan jalanan sempit dan padat penduduk yang sulit dijangkau kendaraan besar.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta mewacanakan penggunaan mobil ambulans mini untuk kepentingan layanan kesehatan di seluruh wilayah Kota Yogyakarta.
Ambulans mini ini diklaim mampu menjangkau kawasan jalanan sempit dan padat penduduk yang sulit dijangkau kendaraan besar.
“Melihat kondisi geografis Kota Yogya, alangkah lebih baik jika memang layanan kesehatan dijangkau dengan ambulans mini. Silinder Akan lebih efektif dalam menolong warga yang sakit,” kata Wali Kota Yogya, Haryadi Suyuti, Kamis (17/8/2017).
Menurut Haryadi, mobil ambulans mini ini saat ini baru dimiliki oleh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Mantrijeron. Mobil tersebut adalah hadiah dari Kementrian kesehatan atas prestasi puskesmas Mantrijeron.
Mobil ambulans yang berupa Suzuki type Wagon dengan kapasitas 998 cc ini memang ditujukan untuk kepentingan pengangkutan pasien dan meminimalisir cidera pada pasien.
“Prinsip kami berilah pertolongan pertama pada keceklakaan. Bukan kecelakaan pada pertolongan pertama,” ujarnya.
Mobil dengan bentuk kecil ini, kata dia, akan lebih mudah menjangkau kawasan padat penduduk yang sangat banyak di wilayah kota setempat.
Meski dengan kapasitas mesin yang sangat kecil, namun mobil ini diproyeksikan akan sangat lincah mengangkut pasien.
“Rencananya akan kami ajukan untuk pengadaan mobil ini melalui DPRD setempat. Harapannya setiap kecamatan bisa memilikinya untuk layanan kesehatan,” kata Haryadi.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Agus Sudrajat mengatakan, ambulans mini ini memang saat ini baru dimiliki oleh Puskesmas Mantrijeron.
Ambulans mini ini dilengkapi dengan beberapa sarana medis, seperti dragbar, kota P3k, oksigen dan life support berupa air breathing circulation.
“Untuk kendaraan ambulans mini ini hanya bisa ditumpangi oleh pasien, sopir dan satu paramedis,” katanya.
Meski demikian, dirinya mengaku ambulans ini tidak memenuhi persyaratan untuk ambulans gawat darurat (AGD).
Ambulans mini ini cocok untuk mengantar pasien yang dalam kondisi sudah stabil. Selain itu, untuk pasien berpostur besar akan sangat kesulitan untuk diangkut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/inilah-penampilan-ambulans-mini-yang-dimiliki-oleh-puskesmas-mantrijeron_20170817_190617.jpg)