Bupati Sleman Minta Pramuka Tangkal Hoax

Hal itu satu di antaranya bisa dilakukan dengan selektif terhadap maraknya berita bohong alias hoax yang banyak beredar belakangan ini.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: oda
Tribun Jogja | Dwi Nourma Handito
Awas Hoax - Seorang warga melihat gambar tentang peringatan hoax di internet, Rabu (22/2). Seiring dengan perkembangan teknologi dan internet, hoax atau kabar palsu banyak bermunculan di dunia maya dan memiliki bermacam jenis. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman, Sri Purnomo meminta anggota Gerakan Pramuka aktif dalam menciptakan kedamaian di masyarakat.

Hal itu satu di antaranya bisa dilakukan dengan selektif terhadap maraknya berita bohong alias hoax yang banyak beredar belakangan ini.

Peringatan Ulangtahun Gerakan Pramuka di Sleman yang dipusatkan di Lapangan Raden Ronggo di Kalasan diawali dengan upacara yang dipimpin Bupati Sleman, Sri Purnomo pada Senin (14/8/2017).

Beberapa waktu sebelumnya, ratusan anggota Pramuka dari berbagai penjuru Sleman menggelar kemah di lapangan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati berpesan agar anggota Pramuka senantiasa menjadi pembawa kedamaian. Hal itu satu di antaranya bisa dilakukan melalui sikap selektif terhadap berbagai berita yang mudah tersebar di masyarakat.

"Di era modern ini Pramuka bisa berbuat untuk masa depan yang lebih baik melalui darma bakti Pramuka untuk mempersiapkan kehidupan yang lebih baik dan lebih siap di tataran global. Pramuka diharapkan menjadi agen informasi yang positif sehingga bisa menangkal berita bohong atau hoax," katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sleman, Agus Wiranto menambahkan, kemah Kebangsaan di Kalasan ini diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai SMA dan SMK di Sleman.

Mereka mengikuti rangkaian kegiatan Pramuka yang menekankan pendidikan karakter.

"Pramuka memiliki arti penting untuk pembinaan karakter yang masih perlu dilakukan di sekolah. Melalui pramuka, peserta didik akan semakin kuat dan memiliki sumber daya yang baik," katanya.

Setelah upacara, ratusan peserta yang mengenakan berbagai atribut suku di Indonesia dan atribut pejuang kemerdekaan berjalan kaki menuju ke Candi Kalasan.

Sepanjang perjalanan, peserta yang dibagi per-regu ini meneriakkan berbagai yel-yel semangat pramuka dan nasionalisme. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved