Kedung Karang Talun Magelang, Tempat Asyik untuk Menikmati Sore Sambil Mancing
Jika sore hari, di kedung tersebut, sering digunakan untuk bersantai dan menikmati semilir angin oleh para warga.
Penulis: gsk | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Menikmati pemandangan alam, dan merasakan nuansanya, bisa dilakukan di tempat-tempat terbuka di pedesaan.
Suasana pedesaan yang masih sangat alami dan belum banyak terkena polusi dapat menjadi alternatif lain berekreasi.
Di desa Karang Talun, kecamatan Ngluwar, Magelang, Jawa Tengah, terdapat sebuah tempat asyik untuk menikmati alam.
Di tengah desa tersebut terdapat sebuah kedung (Bendungan) yang sangat luas dan indah.
Ialah Kedung Karang Talun, bagi warga desa kedung tersebut banyak digunakan untuk memancing dan bersantai di sore hari.
Menurut Wahyu seorang penduduk sekitar kedung ini mempunyai kedalaman kurang lebih delapan meter.
"Pada kedalaman tersebut, menyebabkan populasi berbagai jenis ikan masih banyak di temui di tempat ini, mulai dari ikan Wader, Bawal hingga Sidat," tambah Wahyu.

Jika sore hari, di kedung tersebut, sering digunakan untuk bersantai dan menikmati semilir angin oleh para warga.
Mereka juga bisa melihat sunset yang mulai memerah di sebelah barat kedung ini.
"Jika cuaca cerah, sunset di tempat ini tampak sangat indah, banyak juga biasanya turis asing yang juga memotret keindahan sunset di kedung ini, sambil bersepeda," ujar Wahyu.
Perbukitan menoreh yang membentang megah di sebelah barat, menjadi background sunset yang menawan.
Di sekitar kedung tersebut, juga banyak di tumbuhi jenis pohon Bambu kuning.
Warna bambu serta bentuknya yang artistik menjadikan kedung Karang Talun ini nampak eksotis.
Menurut cerita warga sekitar, pohon bambu kuning tersebut banyak di cari oleh penduduk bahkan orang-orang dari luar untuk digunakan sebagai tolak bala.
"Konon Bambu kuning ini bisa menolak dari hal-hal gaib, biasanya digunakan untuk menolak santet. Bambu Kuning ini juga sering digunakan untuk membuat pagar rumah, agar makhluk halus tidak bisa menghuni atau masuk di sebuah rumah," jelas Wahyu.
