Protes Ojek Online, Paguyuban Ojek dan Sopir Angkutan Kota Tegal Datangi DPRD
Menurutnya, adanya ojek online yang baru beroperasi beberapa bulan itu membawa dampak merugikan bagi mereka.
TRIBUNJOGJA.COM, TEGAL - Ratusan pengojek dan sopir angkutan umum Kota Tegal mendatangi Gedung DPRD Kota Tegal, Kamis (27/7/2017) siang.
Kedatangan mereka untuk beraudiensi dengan dewan terkait kehadiran ojek berbasis daring atau online di Kota Tegal.
"Kami ingin menyampaikan aspirasi terkait adanya ojek online. Dampak adanya ojek online rekan- rekan (ojek konvensional) terkena imbasnya," kata perwakilan pengojek Kota Tegal, Riki Manasa.
Menurutnya, adanya ojek online yang baru beroperasi beberapa bulan itu membawa dampak merugikan bagi mereka.
Mereka terkena imbas berupa berkurangnya pendapatan perharinya.
Penumpang yang ditambangkan perharinya, kata dia, berkurang banak.
"Penghasilan kami berkurang banyak," ucapnya.
Ia berharap, wakil rakyat bisa menemukan solusi supaya ojek konvensional tidak mati dengan adanya ojek online.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Organda Kota Tegal, Popo. Menurutnya, sopir angkutan umum terkena dampak adanya ojek online.
"Para sopir mengeluh kepada kami dengan adanya kehadiran ojek online," ujarnya.
Perwakilan pengojek dan sopir diterima Ketua dan Anggota Komisi 3 DPRD Kota Tegal di ruang rapat. (tribunjateng)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/perwakilan-pengojek-dan-sopir-angkutan-umum-kota-tegal_20170727_152458.jpg)