RTH Yogyakarta Turun Jadi 18 Persen
Angka ini menurun lantaran pemerintah pusat memiliki standar perhitungan baru sehingga angka turun dari sebelumnya Kota Yogyakarta memiliki 32 persen.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia pada Selasa (25/7/2017) di Embung Langensari.
Dalam acara tersebut, kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) masih menjadi persoalan yang harus segera diatasi agar Adipura bisa kembali ke Kota Yogyakarta.
Peringatan tahun ini mengambil tema "Yogya Hijau dan Sehat". Namun menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Suyana, konsep Yogya Hijau masih belum terpenuhi.
Pasalnya, ucap Suyana, RTH di Kota Yogyakarta telah susut menjadi 18 persen.
Angka ini menurun lantaran pemerintah pusat memiliki standar perhitungan baru sehingga angka turun dari sebelumnya Kota Yogyakarta memiliki 32 persen.
"Dulu misalnya perhitungan jalan hijau, jalan aspalnya juga dihitung. Saat ini hanya taman dan pepohonan saja, sedang standar dari pemerintah pusat itu harusnya sebuah kota memiliki 30 persen lahan untuk RTH," ujar Suyana pada Selasa (25/7/2017).
Namun ia menegaskan bahwa ini hanya penurunan angka dan tidak berdampak pada jumlah atau luas RTH sendiri.
Luasan RTH masih tetap sama, hanya ada perbedaan kajian perhitungan dari pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, untuk mencapai target pemerintah pusat sebesar 30 persen, itu susah dan sangat mustahil.
Menurutnya, belum ada satupun kota di Indonesia yang sudah mencapai 30 persen. Baginya, kendala terbesar di Yogyakarta adalah persoalan lahan.
"Lahannya untuk pembuatan RTH tidak ada di Kota Yogyakarta lagi, karenanya kalau bisa dioptimalkan melalui pembangunan taman atau penghijauan di roof top gedung-gedung besar," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ruang-terbuka-hijau_20160503_000906.jpg)