Tulang Belulang Manusia yang Ditemukan Polsek Gamping Makin Banyak

Bekerjasama dengan Basarnas, kepolisian kembali memeriksa sumur di bangunan tak terpakai.

Penulis: Santo Ari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Santo Ari
Jajaran unit Reskrim Polsek Gamping melakukan olah TKP penemuan kerangka manusia di Ringroad Barat dusun Cokrowijayan, Banyuraden, Gamping, Senin (24/7/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jajaran unit Reskrim Polsek Gamping melakukan olah TKP penemuan kerangka manusia di Ringroad Barat dusun Cokrowijayan, Banyuraden, Gamping, Senin (24/7/2017).

Bekerjasama dengan Basarnas, kepolisian kembali memeriksa sumur di bangunan tak terpakai.

Sebelumnya, Selasa 18 Juli kemarin petugas mendapati potongan tulang panggul, tulang paha besar, potongan betis, tengkorak dengan susunan gigi sempurna tanpa rahang.

Kini petugas kembali menemukan tulang yang lebih banyak.

Baca: Kerangka Manusia Ditemukan di Dalam Sumur Gegerkan Warga Gamping

Salah seorang saksi mata yang pertama kali menemukan rangka tersebut, Muzan Syahudin, warga Jetis Bantul mengatakan ketika itu dirinya hendak memperdalam sumur.

Dia bermaksud membersihkan kotoran yang ada dalam sumur yang dalam kondisi kering.

Ketika mengangkat kasur ternyata ada kerangka manusia.

Panit Reskrim Polsek Gamping Iptu Fendi Timur mengatakan olah TKP ini adalah upaya pihaknya untuk mengungkap lebih banyak misteri penemuan kerangka.

Lokasi penemuan kerangka manusia di Ringroad Barat dusun Cokrowijayan, Banyuraden, Gamping, Senin (24/7/2017).
Lokasi penemuan kerangka manusia di Ringroad Barat dusun Cokrowijayan, Banyuraden, Gamping, Senin (24/7/2017). (Tribun Jogja/Santo Ari)

"Setelah tim dari Basarnas turun lagi ke dalam sumur, ditemukan sisa tulang, dan rahang," jelasnya.

Rini Wuryani, Paurkes Polres Sleman di sela-sela pemeriksaan mengatakan pihaknya belum bisa mengetahui jenis kelaminnya.

"Tulang panggul yang ditemukan sekarang akan disatukan denga yang kmrn, biar bisa diketahui jenis kelaminnya. Kalau gigi untuk memperkirakan umur. Sedangkan untuk mengetahui berapa lama meninggal harus tes laboratorium dulu," jelasnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved