Siswa Belajar di Pondok Wisatawan setelah Ruang Kelas Mereka Rusak Parah

Para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13 Kelurahan Pancuran Lembeh Selatan Kota Bitung terpaksa belajar di tepi pantai

tribunjogja/agungismiyanto
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, BITUNG - Para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13 Kelurahan Pancuran Lembeh Selatan Kota Bitung terpaksa belajar di tepi pantai akibat ruang kelas rusak parah.

Mereka menempati pondok yang biasa dipakai untuk wisatawan yang berkunjung ke pantai itu.

Sabtu (15/7/2017) siang suasana belajar nampak memprihatinkan. Ruangan pondok yang berukuran tidak terlalu besar dibagi untuk kelas 7,8 dan 9.

Suasana begitu riuh hingga membuat siswa sulit berkonsentrasi. Siswa juga tak nyaman karena harus duduk di atas kursi keras dari batang kelapa tanpa sandaran.

Jumlah meja tak cukup membuat sebuah meja dipakai hingga beberapa anak. Kesulitan lainnya adalah tiadanya kantin di sekitar pantai itu. Alhasil mereka harus membawa makanan sendiri.

Saat Tribun bertemu dengan beberapa diantara mereka yang baru pulang sekolah, semua siswa memegang rantang makanan.

"Ini bekal sekolah," Yunita salah satu siswa.

Sebut Yunita, sudah sebulan lamanya mereka menempati pondok itu. Mereka belum tahu kapan akan kembali ke ruang kelas.

"Katanya sih beberapa bulan lagi, namun itu juga tak pasti," ujar dia.
  

Kendati belajar di tempat darurat, namun Erik siswa lainnya mengaku lebih nyaman di sana ketimbang ruang kelas.
Sebut dia, ruang kelas SMP tersebut banyak yang bocor.

Dindingnya juga sudah retak - retak. "Kalau hujan ruang kelas kami kebanjiran," beber dia.

Silvi siswi lainnya juga membeber nilai positif belajar di tepi pantai.
"Suasana sejuk, seperti belajar di alam," kata dia.

Kepsek Nolfrits Menalang membeber ruang kelas sekolah tersebut sementara direhab total. Perbaikan dilakukan karena sekolah itu sering kebanjiran kala hujan. "Seng rusak," kata dia.

Seng rusak dikarenakan sekolah itu sering diterpa angin selatan. Sebab posisi sekolah berada di pinggir pantai.

"Jadi sekolah ini bakal pakai seng khusus," kata dia.

Mengenai belajar di tepi pantai, kata dia, pihaknya tak punya pilihan lain sebab tak ada aula di kelurahan tersebut.

Diakuinya pembelajaran di tepi pantai memang tak maksimal.

"Namun kita tak punya pilihan, kami berupaya memberikan yang terbaik untuk siswa," katanya. (Tribun Manado Arthur Rompis)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved