Dikurung Cucu di Dalam Rumah, Nenek Renta Terjebak Kebakaran Selama Satu Jam

Nenek renta ini ditemukan di kamar mandi dan langsung digendong seorang anggota Babinkamtibmas

Editor: Mona Kriesdinar
Tribun Medan/Dedy
Nek Nurjani (90) dirawat di Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih pascakebakaran lima rumah di Jalan Lokomotif Pematangsiantar, Senin (10/7/2017) 

TRIBUNJOGJA.com, SIANTAR - Nenek Nurjani Sikumbang (89), tampak lemas saat digendong polisi dan Satpol PP yang terjebak di dalam kobaran api selama kurang lebih satu jam saat kebakaran lima rumah di Jalan Lokomotif Kelurahan Melayu, Siantar Utara, Senin (10/7) siang.

Nek Jani, demikian biasa disapa, saat proses pemadaman, awalnya dikira warga sudah dievakuasi keluar dari rumah Padri Sikumbang, yang ikut terbakar. Tetapi ternyata belum dievakuasi. Nek Nurjani baru ditemukan dan dievakuasi keluar rumah sekitar pukul 15. 25 WIB atau sekitar satu jam setelah kebakaran.

Kondisinya yang lemah dan sulit berjalan membuat Nek Jani tak bisa keluar dari rumah. Nenek renta ini ditemukan di kamar mandi dan langsung digendong seorang anggota Babinkamtibmas Polres Siantar bermarga Sembiring dibantu Satpol PP bernama Simsim Sitohang.

"Nenek itu kami temukan berada di kamar mandi. Kondisinya kena luka bakar juga," kata Sembiring.

Saat dievakuasi, kondisi Nek Jani penuh bekas luka bakar di bagian paha, leher dan lengan dan dahinya. Nek Jani selamat dan kini dirawat intenaif di RSUD Djasamen Saragih.

"Nenek itu sudah dibawa ke RSU Djasamen Saragih. Kondisinya sudah lemah dan terpaksa digendong untuk menyelamatkannya. Sekarang sudah dirawat intensif," kata Danton Romeo Pemadam Kebakaran Pemko Siantar, Rens Sitompul

"Tadi nenek itu ditolong orang warga dibantu pihak Damkar. Kondisinya selamat, tapi sempat terbakar nenek itu ada di paha dan lengannya juga," kata pihak keluarga.

Dokter RSU Djasamen Saragih, dr Leo Lumbangaol mengatakan, tubuh Nek Jani mengalami luka bakar sekitar 50 persen.

Sebelumnya, cucu Nek Jani, Visna Sikumbang menyebutkan bahwa neneknya sudah pikun dan kerap pergi meninggalkan rumah namun tak ingat jalan pulang. Kata Visna, pihak keluarganya terpaksa mengurungi Nek Jani d‎i dalam rumah.

"Nenek kami itu sudah pikun. Kalau pun bisa pulang karena diantar orang ajalah. Nenekku ini umur 89, suka lari-lari dari rumah, makanya kami kurung," ujar Vista.

Pihak Damkar kesulitan menembus akses jalan lantaran banyaknya parkiran sepeda motor dan warga yang menonton di Jalan Lokomotif Siantar Utara. Sulitnya akses masuk ke lokasi kejadian membuat mobil pemadam kebakaran, baik itu milik Pemerintah Kota (Pemko) Siantar mau pun PT STTC, terpaksa menembakkan airnya dari seberang lintasan rel kereta api.

Pihak pemadam kebakaran berupaya memadamkan kobaran api yang mulai menjalar ke samping kiri dan kanan serta bagian belakang dan atap rumah yang terbakar itu.

"Tadi butuh waktu satu jam pemadaman. Kami kesulitan akses ke TKP tadi. Ini paling tinggal setengah jam saja sudah padam semuanya," katanya.

Sejumlah saksi mata mengatakan, api muncul dan langsung membumbung tinggi berasal dari rumah semi permanen Khairuddin Chaniago-Fatmawati.

"Api diduga berasal dari rumah Khairuddin Chaniago-Fatmawati akibat korsleting. Hal ini disampaukan korban kepada kami," kata Danton Kebakaran Pemko Siantar Rens Sitompul.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved