Breaking News:

Dias Terapkan Pengalaman Broadcasting

Kecintaannya pada dunia broadcasting pulalah yang mengantarkannya ke Berita Satu untuk menjadi presenter pada tahun 2014 hingga 2015.

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
tribunjogja/bramasto adhy
Wening Widyastari. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengalaman di bidang broadcasting yang digeluti lebih dari satu dekade, menjadi pijakan Wening Widyastari dalam menjalani profesinya saat ini.

Public Relation Pesonna Tugu Hotel Yogyakarta ini kini merasa tertantang memperkenalkan hotel berkonsep halal sebagai hotel baru.

Dias, begitu ia akrab disapa, merasa semua pengalaman yang ditempuhnya saling berkaitan. Mulai dari Jurusan Gizi Kesehatan UGM yang mengajarkannya tentang kuliner, manajemen perhotelan hingga hospitality.

Ilmu yang ditempuh tersebut rupanya mendekatkannya dengan industri perhotelan, Dias sempat magang di Hotel Sheraton Mustika Resort and Spa.

Tak disangka, pengalaman tersebut membawa Dias untuk tertarik pada dunia jurnalistik dan penyiaran. Setelah lulus kuliah, perempuan kelahiran 5 September 1987 ini pun sempat menekuni profesi presenter dan penyiar radio.

Merasa tertantang di dunia broadcasting, Dias pun bertandang ke ibukota untuk menjadi reporter dan presenter di TV One selama kurun tahun 2011 hingga 2014.

Selanjutnya, ia diberi kesempatan mencicipi kursi produser di Indosiar Visual Mandiri pada tahun 2014.

Kecintaannya pada dunia broadcasting pulalah yang mengantarkannya ke Berita Satu untuk menjadi presenter pada tahun 2014 hingga 2015 dan RCTI untuk menjadi produser serta presenter pada tahun 2015 sampai 2016.

"Pengalaman saya di dunia broadcasting itu lebih dari 10 tahun, sehingga saya sudah terbiasa menciptakan ide yang menarik secara visual dan membuat branding tepat sasaran," ujar wanita yang sempat mengenyam Master pada Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia, Jakarta ini.

Kini Dias pun kembali menggeluti industri perhotelan yang sempat ia cicipi saat berada di bangku kuliah dulu. Tantangan semakin besar melihat Hotel Pesonna Tugu Yogya hadir di saat persaingan bisnis hotel juga menguat di kota gudeg ini.

"Masuk ke industri perhotelan itu menantang, terlebih Hotel Pesonna Tugu merupakan hotel baru. Saya harus bisa membranding hotel ini dari awal," ungkap finalis Diajeng Yogyakarta tahun 2003 ini.

Mengawal Hotel Pesonna Tugu Yogya yang memiliki bintang tiga, tentunya berbeda dengan hotel berbintang empat maupun lima. Dias pun telah menerapkan strategi jitu untuk menghadapi persaingan sengit tersebut.

"Saya harus mengangkat keunggulan hotel ini yang memang memiliki konsep Artdeco Belanda Peranakan pada restorannya. Melihat industri kuliner yang berkembang saat ini, saya juga sering undang komunitas maupun media untuk merasakan pengalaman menyantap makanan di restoran ini," papar ibu satu anak ini. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved