Viral Medsos
Bersepeda, Ia Tempuh Ratusan Kilometer untuk Temui Saudaranya yang Sakit, Tapi Semuanya Terlambat
Sungguh malang, saudaranya yang bernama Rham itu meninggal, hanya beberapa jam sebelum Jessie tiba di rumah
TRIBUNJOGJA.com - Betapa bingungnya, Jessie Hallig (22) ketika mendengar kabar bahwa saudaranya tengah sakit keras. Bagaimana tidak, ia tinggal terpisah dengan jarak yang sangat jauh. Saat bersamaan, dirinya tak memiliki ongkos untuk pulang ke tempat dimana saudaranya tengah terkulai lemah.
Akhirnya, Jessie yang memang seorang pesepeda ini pun bertekad untuk pulang dengan mengggunakan sepeda kayuh, menempuh perjalanan sekitar 600 kilometer yang membentang dari Kota Pasig ke kampung halamannya di Barangay Hinangra, Kota Magallanes, Provinsi Sorsogon, Filipina.
Niatnya ini ia sampaikan lewat facebook pada 16 Januari 2017 lalu. Ia memposting foto saudaranya yang tengah sakit, foto sepedanya dan pesan yang ia bawa.
"Aku akan bersepeda untuk kamu Rham. Aku ingin kamu berjuang. Aku yakin kamu bisa. Kita bisa melakukannya. Kamu akan segera pulih. Perjalanan ini hanya untuk kamu," tulisnya dalam postingan tersebut.
Luar biasa, postingan ini ternyata menyebar viral. Dibagikan ulang lebih dari 20 ribu kali, dan dibanjiri lebih dari 3000 komentar. Jessie memeroleh banjir dukungan dan rasa simpati.
"Aku tak lelah, karena selain pikiran ini tertuju pada saudaraku, aku juga sangat terharu karena banyak orang yang memberikanku dukungan," jelasnya.
Sungguh malang, saudaranya yang bernama Rham itu meninggal, hanya beberapa jam sebelum Jessie tiba di rumah. Rham meninggal pada pukul 08.25 pagi pada 19 Januari 2017 akibat pneumonia akut. Ia sebenarnya sudah memeroleh perawatan di rumah sakit. Namun, pihak keluarga memutuskan untuk membawanya pulang setelah tak mampu lagi membayar biaya perawatan.
Jessie menangis histeris begitu mengetahui bahwa saudaranya sudah meninggal. Kesedihan Jessie ini tergambar jelas lewat sebuah tayangan video. Ia menangis sambil menutupi wajahnya dengan handuk. Sementara orang-orang disekitarnya mencoba menenangkannya. Tak jauh dari situ, jasad saudaranya sudah terbaring ditutupi selimut di sebuah ruangan berdinding bambu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jessie-hallig_1_20170701_082525.jpg)