Buah Bibir

Model Cantik Ini akan Jadi Mentor di Malaysia

Mahasiswi semester akhir satu universitas swasta di Yogyakarta ini akan menjadi mentor dan mengisi workshop.

Penulis: trs | Editor: oda
Dokpri
Devi Shaleeka Octavia 

TRIBUNJOGJA.COM - Delapan tahun menggeluti dunia modelling, Devi mendapat kesempatan untuk berbagi ilmu di Malaysia pada Agustus mendatang.

Mahasiswi semester akhir satu universitas swasta di Yogyakarta ini akan menjadi mentor dan mengisi workshop.

Untuk itulah, dara bernama lengkap Devi Shaleeka Octavia ini mempersiapkan segala materi, agar bisa tampil optimal.

Selain mempelajari lebih dalam mengenai skill modelling, dia juga mengasah kemampuan berbahasa Inggris, karena akan digunakan sebagai bahasa pengantar.

"Memang harus prepare matang biar enggak ngecewain," tutur wanita berdarah Manado-Jawa ini kepada Tribun Jogja, belum lama ini.

Selama ini, pemilik tinggi badan 163 sentimeter ini mendalami fashion mood. Materi itu yang akan disampaikan kepada peserta didik di negeri jiran tersebut.

Devi mengaku akan lebih sulit mentransfer ilmu jika ambience mood dari para peserta tak sefrekuensi. Makanya, dia terus mempersiapkan strategi agar proses menghantarkan ilmu menjadi maksimal.

"Iya salah satu agency di Malaysia, butuh mentoring untuk arahan ke soul mood saat pemotretan, dan teori-teori dasar untuk sebuah freaky pose and fashion pose. Juga pengarahan penyesuaian setiap karakter model-modelnya," ujar penghobi menyanyi ini.

Devi menerangkan apa itu fashion mood. Itu adalah sebuah genre dalam dunia model, yang merupakan seni busana yang disampaikan lewat visual atau karakter modelnya.

Atau arti sederhananya, setiap gerakan tubuh dan mimik wajah dapat menyampaikan sesuatu yang dirasakan tanpa perlu menggunakan bahasa verbal.

"Insyaallah enggak ada susahnya kalau mau terus belajar dan ada referensi yang dijadikan patokan. Jadi harus selalu mengasah dan nampilin yang beda di tiap performance," begitu katanya saat disinggung mengenai tantangan dalam genre ini.

Devi Shaleeka Octavia
Devi Shaleeka Octavia (Dokpri)

Devi mengaku bukan tipe yang selalu mengikuti perkembangan busana terkini. Dia merasa lebih nyaman dengan sesuatu yang dirasa pas dengan karakternya. Jika hal baru tidak dirasa sesuai, maka dia tak ragu untuk menghapusnya.

Dengan fashion mood, lanjutnya, pasti gerakan di tiap pose di depan kamera akan terasa sangat nyama. Hal itu akan membuat seorang model rileks dalam mengikuti alur sesi pemotretan.

Alhasil, dari waktu tiga jam jatah pemotretan, bisa dipangkas hanya menjadi satu jam karena semua berjalan lebih maksimal.

"Basic-nya, kita harus tahu sisi angle yang bagus juga terbaik, agar memudahkan fotografer saat take a pict. Jadi link mood model dan fotografer harus bagus, karena itu sangat menunjang dalam pekerjaan," kata gadis kelahiran Yogyakarta, 6 Oktober 1996 ini.

Selain terus menekuni foto modelling, Devi juga berencana terus membesarkan band-nya. Karena dia tahu seorang model pasti ada masanya.

Pun juga ingin berkarier di bidang lain, selepas studinya di bangku kuliah fakultas ekonomi rampung.

"Stay di dunia foto model tapi mau bikin yang out of me dari yang sekarang-sekarang ini," pungkas pemilik berat badan 40 kilogram ini. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved