Misteri Alunan Gending dari Situs Berbentuk Gamelan di Wonosobo
alunan gending diiringi musik gamelan bergaung. Saat ditelusuri, musik itu terdengar ramai dari tegalan. Suara itu kemudian lenyap secara misterius
"Batu olahan ini menakjubkan karena mengindikasikan peradaban saat itu telah mengenal teknologi pengolahan batu, namun bukan bata," katanya.
Peneliti sekaligus Filolog Agustin Ariyani mengaku tercengang saat melakukan proses penggalian situs di tegalan warga. Pasalnya, bermacam artefak dan batuan utuh saat ditemukan tersusun rapi.
Bebatuan menyerupai gamelan semisal, ditemukan menumpang pada pondasi bata berbentuk garis lurus.
"Di kedalaman 30 centimeter pertama ditemukan artefak, lapisan selanjutnya ditemukan batuan utuh. Benda-benda itu seperti sengaja ditumpuk dan ditata. Juga ada beberapa lapisan tanah yang tidak biasa," katanya.
Pada kedalaman sekitar 50 centimeter di bawah permukaan tanah, tim menemukan lapisan tanah bertekstur lembut, atau biasa disebut lemah aji. Tanah halus itu diduga dipakai untuk melapisi benda-benda yang sengaja ditimbun.
Juga terdapat lapisan berupa bata merah yang dihancurkan pada kedalaman lebih dari 1 meter. "Dari fakta yang ditemukan, melahirkan pertanyaan, mungkinkah benda-benda itu sengaja dikubur. Jika ini benar, bisa mematahkan pengetahuan selama ini yang menyebut, situs terkubur karena bencana alam," katanya. (tribunjateng/khoirul muzakki)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/batuan-kuno-wonosobo_2_20170530_110733.jpg)