Mitos Sejarah Dibalik Asal-usul Keindahan Waduk Gajah Mungkur
Waduk yang terletak di 7 KM sisi selatan Wonogiri tersebut berada tepat di bagian pertemuan sungai Keduang.
Penulis: gsk | Editor: Muhammad Fatoni
"Dari cerita-cerita para leluhur dulu, asal mula tempat ini karena adanya perebutan kekuasaan antara Gajah Mego dan Gajah Mungkur, Gajah Mego merupakan seorang cucu dari seorang raja yang bernama Gajah Madep. Sedangkan Gajah Mungkur merupakan seorang patih kerajaan," ungkap Priyo.
Priyo menjelaskan juga bagaimana perebutan kekuasaan itu terjadi.
"Dahulu ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja bernama Gajah Madep, ia tidak mempunyai seorang anak, tetapi ia mempunyai keponakan yang mempunyai anak bernama Gajah Mego. Ia lalu menyuruh Gajah Mego tersebut untuk menggantikan kekuasaannya, namun karena usia Gajah Mego yang masih sangat Muda, Gajah Mungkur yang saat itu menjadi Patih menolak keputusan Gajah Madep tersebut," Jelas pria tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa, pada akhirnya Gajah Mego dan Gajah Mungkur bertarung dan keduanya menjelma menjadi dua ekor gajah raksasa. Pertarungan kedua Gajah sakti tersebut pada akhirnya dimenangkan oleh Gajah Mungkur.
"Setelah pertarungan hebat tersebut, maka terciptalah sebuah bekas lobang yang sangat besar di tempat ini, lama-lama lobang itupun terisi oleh air dan terciptalah sebuah waduk yang kemudian diberi nama Waduk Gajah Mungkur oleh masyarakat jaman dahulu hingga sekarang," tambah Priyo.
Priyo juga menunjukkan bahwa di tengah waduk tersebut ada sebuah tempat pemakaman. Menurutnya, tempat pemakaman tersebut merupakan petilasan dari kerajaan-kerajaan yang ada di daerah Wonogiri.
" Makam yang ada di tengah waduk tersebut bisa dilihat saat musim kemarau, karena airnya surut maka makam tersebut akan terlihat. Bentuknyapun saya lihat tidak seperti makam-makam moderen seperti sekarang ini," pungkas Priyo.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gajah-mungkur_20170518_184156.jpg)