Gabungan Polri dan TNI Siap Amankan Sidang Vonis Ahok Besok

Aparat kepolisian akan dibantu anggota TNI guna mengamankan sidang tersebut besok

Editor: Muhammad Fatoni
Tribunnews/EPA/Bagus Indahono/Pool
Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersiap menjalani sidang kasus penodaan agama yang melibatkan dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menggunakan bekas gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016). Sidang kali ini merupakan sidang Ahok yang ketiga dengan agenda putusan sela hakim. 

TRIBUNJOGJA.COM - Aparat Kepolisian Daerah Metro Jaya akan mengamankan sidang vonis dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).

Aparat kepolisian akan dibantu anggota TNI guna mengamankan sidang tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan meminta bantuan TNI untuk pengamanan sidang vonis penodaan agama yang menjerat Ahok.

Demi menjaga keamanan dari massa demonstran, kepolisian meminta bantuan personel dari TNI.

"Tentunya kami akan minta bantuan dari TNI untuk ikut mengamankan sidang ini," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (8/5/2017).

Baca: Ahok Bilang Kasusnya Dipaksakan Karena Tekanan Massa dan yang Penting Tak Jadi Gubernur Lagi

Dia tidak merinci berapa jumlah aparat gabungan TNI-Polri yang bakal diturunkan.

Personel yang diturunkan akan disesuaikan dengan jumlah demonstran yang menyerukan aksinya besok.

Hingga saat ini, Polda Metro Jaya belum mendapat surat pemberitahuan aksi.

"Tapi, kami tunggu ya (surat pemberitahuan). Untuk jumlah‎ masih kami update berapa yang
akan melakukan orasi di sana," ujar Argo.

Aparat keamanan tetap membatasi antara massa yang pro dan kontra, atas kasus penodaan agama yang bermula dari kata sambutan Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 27 September 2016.

"Dengan harapan keduanya tidak akan berbenturan dan mendengar di situ. Biarkan orasi
masing-masing. Tentunya kami memberikan ruang untuk itu," ucap Argo. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved