Teman Ngobrol #3 Segitiga Emas : Ketika Akting dan Silat Bersua
Dunia silat dan keaktoran sama-sama mengolah segitiga emas dalam kedirian manusia yaitu, tubuh, pikiran, dan perasaan.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kalanari Theatre Movement menggelar diskusi santai bertajuk Teman Ngobrol #3 yang membahas segitiga emas tentang silat dan akting, Selasa (11/4/2017) sore ini.
Pembicara dalam diskusi santai ini adalah Whani Darmawan seorang aktor dan pelukis yang namanya sudah tidak asing di dunia theater Yogyakarta.
Whani Darmawan mengatakan, dunia silat dan keaktoran sama-sama mengolah segitiga emas dalam kedirian manusia yaitu, tubuh, pikiran, dan perasaan.
Ketiga titik inilah yang menyelaraskan laku hidupnya sebagai seorang pesilat dan aktor sekaligus. Baginya, silat bukan sekadar ilmu ketubuhan, namun juga filsafat dan keutamaan hidup.
"Ada masa dimana saya bermain theater dengan lancar dan menikmatinya, ada saat dimana tidak lancar dan terjadi kegagalan karena pikiran yang berkuasa dan tidak selaras dengan tubuh," katanya.
Ibed Surgana Iuga, penggagas dari Kalanari Theatre Movement yang membuat acara ini menuturkan, diskusi ini membahas tentang silat dan akting serta relasi silat dan akting, pihak kami mendatangkan Whani Darmawan karena ia berpengalaman sebagai seorang aktor dan pesilat.
"Untuk basic di dalam seni pertunjukan, kurasa penting menjadikan silat yang merupakan lokal nusantara untuk dijadikan semacam kekuatan di dalam theater kontemporer nusantara ini," pungkasnya.
Acara ini disertai sesi tanya jawab oleh para perserta yang terdiri dari mahasiswa, perwakilan komunitas theater, dan pemain theater Diskusi ini sendiri berlangsung sampai pukul 17.45 WIB. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/diskusi-santai-yang-digelar-kalanari-theatre-movement_20170411_184407.jpg)