Nguras Sendang Seliran Jadi Perhatian Warga

Mereka berdatangan sejak pagi, dalam kegiatan itu mereka juga memperebutkan gunungan yang sebelumnya diarak.

Tayang:
Penulis: usm | Editor: oda
tribunjogja/usman hadi
Prosesi ritual di Komplek Makam Raja Mataram sebelum pelaksanaan Nguras Sendang Seliran, Minggu (9/4/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tradisi Nguras Sendang Seliran di Komplek Makam Raja Mataram Kotagede, di Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul terus dipertahankan.

Adalah Minggu (9/4/2017) Nguras Sendang Seliran dilakukan, dan menjadi perhatian warga. Kebanyakan warga datang, karena ingin mengambil air atau mandi menggunakan air sendang yang diyakini membawa berkah tersebut.

Tak tanggung-tanggung, ribuan masyarakat dari berbagai wilayah datang ke Komplek Makam Raja Mataram Kotagede.

Mereka berdatangan sejak pagi, dalam kegiatan itu mereka juga memperebutkan gunungan yang sebelumnya diarak.

"Sendang Seliran ini adalah peninggalan Panembahan Senopati," ujar Ketua Panitia Nguras Sendang Seliran, RT Pudjadipura, Minggu (9/4/2017).

Sendang Seliran di Komplek Makam Raja Mataram Kotagede ada dua bagian, yakni Sendang Kakung dan Sendang Putri. Tiap tahunnya sendang tersebut rutin dibersihkan sebagai tradisi tahunan.

Sebelumnya pembersihan sendang dilakukan abdi dalem sepulang Grebek Maulid di Alun-Alun Utara, tapi kini nguras sendang dilakukan di waktu tertentu.

"Waktunya Minggu selain Wage dan Pon sekali setahun," paparnya.

Layaknya tradisi nguras sendang pada umumnya, sebelum nguras sendang dimulai dilakukan arak-arakan jodhang dan dua buah gunungan.

Lalu sebanyak delapan bregada mengambil jodhang milik Kraton Yogyakarta dan Kraton Surakarta. Jodhang atau siwur itu digunakan buat nguras sendang.

Untuk abdi dalem Kraton Surakarta nguras Sendang Kakung, dan abdi dalem Kraton Yogyakarta nguras Sendang Putri.

Kemudian setelah dilakukan ritual nguras, masyarakat yang menunggu di pinggir sendang menceburkan diri ke sendang. Lantaran masyarakat meyakini air sendang mengandung berkah.

Tidak hanya sewaktu prosesi nguras sendang tempat ini dikunjungi warga, namun pada waktu-waktu tertentu sendang ini juga kerap didatangi peziarah. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved