Benang Lusi Hadirkan Keceriaan Gerimis dalam Lurik

Saat Jogja Fashion Festival (JFF) 2017 lalu, Lusi membawakan koleksi teranyarnya yang diberi tema Rapshody Gerimis.

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Hasan Sakri Ghozali

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selama ini, lurik banyak dikenal dengan motif garis-garis berwarna gelap. Namun seiring tren yang ada, lurik mampu berkembang menjadi warna-warni nan cantik.

Seperti yang dilakukan Lusi Ekawati melalui labelnya, Benang Lusi.

Desainer yang telah menekuni kain tenun sejak tahun 2010 silam ini berhasil memadukan warna-warna cerah dan disulap menjadi busana kasual bergaya chic.

Saat Jogja Fashion Festival (JFF) 2017 lalu, Lusi membawakan koleksi teranyarnya yang diberi tema Rapshody Gerimis.

"Koleksi kali ini terinspirasi dari kisah keceriaan saat gerimis, dimana saat gerimis biasanya anak-anak bermain di luar rumah dan menawarkan keceriaan bagi penontonnya," ujar Lusi yang ditemui di galerinya yang berada di Jalan DI Pandjaitan nomor 44 Yogyakarta, Senin (13/3/2017) lalu.  

Gerimis sendiri diwujudkan Lusi dalam motif tenunnya berupa kain tenun polos yang diisi dengan garis putus-putus.

Permainan warna ceria juga sering diaplikasikan dalam lurik garis berwarna oranye, merah, kuning, biru hingga ungu bak pelangi seusai hujan turun.

Dalam rancangan terbarunya ini, Lusi menyiapkan tiga macam kain dengan warna pakan utamanya antara lain oranye, kuning dan ungu.

Pakan merupakan lajur utama dalam proses pembuatan kain tenun Alat Tenun Bukan Mesin, yang akan menjadi corak utama pada keseluruhan kain.

"Saya sengaja memilih warna yang bukan warna klasik supaya terlihat goodlooking. Agar masyarakat tahu bahwa lurik itu tidak sekedar berwarna cokelat, sehingga saya coba mainkan warna-warna cerah," katanya.

Lusi enggan memberikan banyak detil pada koleksi terbarunya kali ini. Pada dress terusan misalnya, ia hanya menggunakan satu motif lurik garis saja dengan detil obi bermotifkan lurik gerimis.

Adapula set two pieces bermotif lurik gerimis dengan aksen motif garis warna-warni di bagian dada, lengan maupun ujung hotpants.

Rancangan kali ini juga diperkenalkan dengan inspirasi unik dari komik Jepang. Lusi banyak menggunakan style kimono maupun obi untuk menggambarkan gaya busana Jepang yang dinamis.

Dikombinasikan dengan kain tenun dan desain yang simpel nan kasual, terciptalah outfit berupa dress, celana, atasan kelelawar atau kimono dan outer.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved