Aktivis dan Elemen Masyarakat Berkumpul di LBH Jakarta Doakan Patmi
Setelah mendoakan Patmi, mereka secara bergantian memberikan testimoni mengenang perjuangan petani-petani Pegunungan Kendeng
TRIBUNJOGJA.COM - Ratusan aktivis yang berasal dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di Gedung Lembaga Batuan Hukum (LBH) Jakarta.
Mereka datang untuk mendoakan kepergian Patmi (45), peserta aksi mengecor kaki yang meninggal di hari kedelapan.
Setelah mendoakan Patmi, mereka secara bergantian memberikan testimoni mengenang perjuangan petani-petani Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah yang menyuarakan penolakan terhadap pengoperasian pabrik semen yang ada di daerah tersebut.
Kepergian Patmi tidak serta merta menyurutkan semangat mereka untuk meneruskan perjuangan 50 petani Kendeng yang sudah pulang ke kampung halaman.
Mereka sepakat untuk tetap melanjutkan aksi yang sama hingga permintaan petani yang menginginkan dicabutnya izin pengoperasian pabrik semen dikabulkan.
"Sepakat untuk melanjutkan perjuangan teman-teman petani Kendeng?" kata seorang aktivis di Gedung LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/3) malam.
"Sepakat," ujar orang-orang yang ada di dalam ruang.
Sebelumnya, Patmi (45) peserta aksi #DipasungSemen2, menghembuskan napas terakhir setelah selama delapan hari melakukan aksi mencor kakinya sendiri demi dicabutnya izin perusahaan semen yang beroperasi di daerah Kendeng, Rembang, Jawa Tengah.
Patmi diduga mengalami serangan jantung dan dinyatakan meninggal pada jam 02.55.
Jenazah Patmi dibawa ke kampung halamannya pagi tadi. Kepulangannya diiringi oleh 49 petani Kendeng yang lain. (Wartakotalive.com, Rangga Baskoro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/doa-untuk-patmi_20170321_232041.jpg)