Nestapa Para Pengemudi Taksi
Keberadaan angkutan penumpang pelat hitam berbasis daring (online) yang sifatnya internasional, menjadi penyebab semua itu.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penghasilan pengemudi taksi di DIY merosot tajam hingga 90 persen. Hal tersebut diutarakan Ketua Komunitas Taksi DIY, Sutiman, di sela-sela aksi damai yang melibatkan ribuan massa di Alun-alun Utara Yogyakarta, Jumat (17/2/2017).
Sutiman menjelaskan, keberadaan angkutan penumpang pelat hitam berbasis daring (online) yang sifatnya internasional, menjadi penyebab semua itu.
Ia menuturkan, rata-rata setiap hari para pengemudi taksi harus menyetorkan uang sebesar Rp270 ribu per hari kepada masing-masing operator. Namun uang yang mereka dapatkan setiap harinya kini hanya berkisar Rp150 ribu.
"Operator taksi mati, pengemudinya mati duluan. Ini sudah sangat kritis," tegasnya.
Selengkapnya simak halaman 13 Tribun Jogja edisi Sabtu (18/2/2017).(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sopir-taksi-demo_20170217_110819.jpg)