Nostalgia Wiro Sableng : Pukulan Dewa Topan Hingga Dinding Angin Menembus Tindih Menindih
ilm yang diadaptasi dari novel terkenal karya Bastian Tito ini, rencananya bakal mulai produksi pada Agustus 2017 kemudian siap rilis di bioskop mulai
TRIBUNJOGJA.com - Film Wiro Sableng Pendekar Kapak Naga Geni '212' yang sempat booming pada era 90-an hingga 2000an, bakal kembali tayang lewat kemasan baru film layar lebar. Hebatnya, film ini digarap oleh rumah produksi tanah air LifeLike picture bersama dengan Fox International Productions yang merupakan perpanjangan tangan dari 20th Century Fox.
Film yang diadaptasi dari novel terkenal karya Bastian Tito ini, rencananya bakal mulai produksi pada Agustus 2017 kemudian siap rilis di bioskop mulai 2018 mendatang.
Baca: Wiro Sableng Akan Hadir di Layar Lebar, Ini Bocoran Desain Kapak Naga Geni 212 Senjata Andalannya
Pihak rumah produksi memastikan bahwa film ini bakal dibintangi oleh Wino G Bastian sebagai Wiro Sableng, serta Sherina Munaf dan Marsha Timothy yang masih dirahasiakan perannya.
Serupa dengan film maupun novelnya dahulu, Wiro Sableng ini juga tetap mengusung senjata utama sang murid Sinto Gendheng ini. Yakni Kapak Maut Naga Geni 212 namun dengan sejumlah modifikasi. Selain kapak maut, Wiro Sableng juga terkenal dengan sejumlah jurus mautnya. Berikut merupakan sejumlah jurus maut yang begitu terkenal dan sempat dipraktikan oleh Wiro Sableng di film maupun novelnya dahulu sebagaimana dikutip dari wikipedia.
1. Pukulan Harimau Dewa
Pukulan yang diwariskan oleh Datuk Rao Basaluang Ameh dari Kepulauan Andalas ini diawali dengan tiupan di tangan sebelah kanan yang kemudian bisa memunculkan gambar kepala harimau putih. Pukulan ini sanggup menghancurkan apa saja tanpa perlu mengeluarkan tenaga dalam.
2. Pukulan Sinar Matahari
Pukulan ini berupa sinar menyilaukan berwarna putih yang sangat panas. Sinar ini muncul dari tangan dan akan diarahkan kepada lawan.
3. Pukulan Angin Es
Kebalikan dari pukulan sinar matahari, pukulan angin es ini sanggup membuat lawan kaku tak bergerak karena kedinginan.
4. Pukulan Angin Puyuh
Pukulan ini berbentuk hempasan angin yang sangat kuat.
5. Pukulan Dewa topan menggusur gunung
Hampir sama dengan pukulan angin puyuh, pukulan dewa topan menggusur gunung juga berupa hempasan angin yang sangat kuat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wiro-sableng_1_20170213_203430.jpg)