Narista Senang Bisa Membuat Ecobrick
Siswa-siswa tersebut membuat ecobrick, yaitu memasukan plastik-plastik bekas kedalam botol bekas hingga padat dan botol menjadi keras.
Penulis: app | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Puluhan siswa SD Negeri Kuwang, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman berkumpul di halaman sekolah mereka.
Sembari menggenggam botol bekas air mineral, setiap siswa tampak ceria dan semangat pagi itu, Selasa (07/02/2017)
Di hari nan cerah tersebut, bersama mahasiswa Labmas PKMD (Laboratorium Masyarakat dan Pembelajaran Kesehatan Masyarakat Desa) Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) siswa-siswa tersebut membuat ecobrick, yaitu memasukan plastik-plastik bekas kedalam botol bekas hingga padat dan botol menjadi keras.
Botol yang telah padat kemudian dapat dibuat menjadi meja atau kursi.
"Baru pertama kali buat ecobrick. Biasanya dulu langsung dibuang botolnya," ujar Narista siswa kelas 5.
Narista pun mengaku membuat ecobrick seperti halnya membuat kerajinan lainnya.
Meski harus bersabar memasukkan plastik kedalam botol, dan merekatkan masing-masing botol menggunakan lem, ia merasa puas jika ecobrick buatannya bisa dijadikan kursi.
Gede Praja Mahardika, Koordinator Lingkungan Labmas PKMD Uniryo menjelaskan ecobrick ini merupakan seni pengolahan sampah.
Sampah plastik yang biasanya hanya dibakar dan menjadi polusi bisa didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat. Kegiatan ini juga mendukung program menuju hari bebas sampah 2020.
"Selain dijadikan untuk meja maupun tempat duduk. Bisa dibuat juga menjadi batu bata untuk bahan bangunan dengan ditambahkan semen," ujar mahasiswa asal Bali tersebut.
Gede melanjutkan, fokus utama dalam pelatihan ecobrick ini adalah mengajarkan anak-anak agar mengerti pentingnya pemilahan sampah organik dan organik. Sehingga anak-anak dapat turut berperan menjaga lingkungan sejak usia dini.
"Untuk mengajarkan anak-anak pentingnya menjaga lingkungan karena sampah harus dipilah," lanjutnya.
Gede dan teman-teman Labmas yang berjumlah 13 orang pun mengaku takjub dengan antusias siswa SD Negeri Kuwang tersebut.
Menurutnya, mereka mempunyai rasa ingin tahun yang sangat tinggi. Padahal dibutuhkan kesabaran ekstra untuk membuat ecobrick. (Tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/puluhan-siswa-sd-negeri-kuwang_20170208_232805.jpg)