Komunikarta
Minak Jingga Nagih Janji, Pentas Drama Kethoprak Perdana Karang Taruna Desa Petir
Pentas tersebut merupakan pentas perdana dengan seluruh penampil merupakan anggota karang taruna.
Penulis: app | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dalam rangka nguri-nguri budaya Jawa, kelompok Karang Taruna Bina Remaja, Desa Petir, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul menggelar pentas drama Kethoprak dengan judul Minak Jingga Nagih Janji, Sabtu (28/1/2017).
Berlangsung di Balai Desa Petir, pentas tersebut merupakan pentas perdana dengan seluruh penampil merupakan anggota karang taruna.
Ardian Fitra Nugraha, Ketua Karang Taruna Bina Remaja menjelaskan pentas tersebut merupakan wujud kepedulian pemuda dari 13 Padukuhan di Desa Petir dalam melestarikan budaya jawa. Apalagi Desa Petir merupakan desa rintisan budaya. Total 25 anggota karang taruna tampil dalam pentas tersebut.
"Pentas ini gabungan pemuda 13 Padukuhan. Yang pentas dan yang menyiapkan adalah karang taruna. Tujuannya yang pertama melestarikan budaya jawa Kethoprak Mataram. Selanjutnya, desa petir merupanan rintisan desa budaya sehingga dengan banyaknya pentas budaya diharapkan bisa menjadi desa budaya," ujarnya kepada Tribun Jogja, Senin (30/1).
Disutradarai oleh Purwo Rujito dan naskah oleh Bondan Nusantara, pentas tersebut disiapkan hanya dalan kurun waktu yang relatif singkat. Tercatat para penampil hanya berlatih sebanyak enam kali.
"Ya pokoke direwangi ora turu. Karena baru pertama perasaanya campur aduk," ujar Ardian yang mengaku bangga penampilannya ditonton 1000an pasang mata baik dari Desa Petir maupun desa tetangga.
Dalam mempersiapkan pentas, kendala juga sering ditemui. Selain keterbatasan waktu, persiapan juga terbatas seperti dari segi peralatan dan kostum yang masih harus menyewa. Namun, Ardian mengaku bersyukur pentas tersebut dapat berjalan dengan lancar.
"Selain itu kesulitan lain adalah bahasa karena yang muda-muda nggak kaya jaman dahulu bahasa jawanya masih belajar yang baik. Bersyukur juga, bapak Slamet anggota DPRD DIY dari Nglipar juga memebrikan dukungan," lanjutnya.
Ardian pun berharap, dengan pentas Kethoprak ini kekompakan karang taruna akan terus terjaga. Selain itu, ia juga mengharapkan wadah agar semangat terus terjaga dan menjadi wujud apresiasi.
"Kita kompakan dulu baru nanti ke arah membuat kelompok ketoprak. Yang penting nguri-nguri budaya," ujarnya
"Ya kita berharap agar tampil secara rutin. Tahun ini momen Sumpah Pemuda kami juga diagendakan tampil," pungkasnya.
Sarju, Kepala Desa Petir menjelaskan dengan adanya pentas Kethoprak sebagai momentum karang taruna untuk bangkit, berkembang dan maju melestarikan adat Jawa khususnya Kethoprak Mataram.
"Dan hasil pentas kemarin semua warga masyarakat memberikan apresiasi yang tinggi buktinya dari awal sampai akhir acara penonton tidak ada yang pulang. Instansi yang turut hadir pun banyak muali dari Dinak Kebudayaan, Dewan Budaya, Muspika dan juga Pendamping Budaya," jelasnya. (*)
