Harga Cabai di Klaten Naik Rp1.000 per Hari
Saat ini harga cabai rawit di wilayah Klaten menembuh Rp 100 ribu lebih per kilogramnya.
Penulis: ang | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Kenaikan harga cabai rawit masih menjadi fenomena yang menarik perhatian masyarakat Klaten. Pasalnya saat ini harga cabai rawit di wilayah Klaten menembuh Rp 100 ribu lebih per kilogramnya.
Terhitung sebelum perayaan Natal, Desember 2016 lalu, harga cabai rawit mulai bergerak naik. Memasuki awal tahun 2017, harga sayuran ini bukannya turun justru melonjak hingga Rp 100 ribu per kilogramnya.
Kondisi tersebut, dinilai pedagang semakin memburuk. Lantaran hampir setiap hari harga sayuran yang banyak dicari pembeli itu terus mengalami kenaikan harga.
"Hampir setiap hari naik Rp 1.000, padahal barangnya semakin sulit dicari," kata salah satu pedagang cabai di Pasar Induk Klaten, Sugiarti saat ditemui Senin (30/1).
Ia mengaku dengan kondisi tersebut ia semakin merugi. Lantaran pembelinya kurang melirik cabai rawit dalam daftar belanjaannya.
"Kalau ada yang beli, semakin berkurang. Kalau pekan lalu masih bisa jual sampai 20 kilogram, sekarang paling mentok cuma 10 kilogram," katanya.
Saat ini, per kilogram cabai rawit dibandrol dengan harga Rp120.000. Harga tersebut sudah bertahan sejak sepekan sebelum perayaan tahun baru Imlek.
"Kemungkinan ada pengaruh dengan perayaan Imlek. Kenyataannya harganya terus naik," kata pedagang lainnya, Tumiyem.
Dengan kondisi tersebut ia mengaku khawatir akan terjadi kenaikan harga lagi. Pasalnya belum ada tanda-tanda turunnya harga cabai rawit di pasaran.
"Prediksi kami sampai Imlek, tapi kalau setelah Imlek masih tinggi berarti akan semakin naik sampai musim hujan selesai," ujarnya.
Selain harga yang tinggi, pedagang sayuran juga mengeluhkan kondisi dagangan yang kurang bagus. Sebagian besar cabe rawit yang dijual dalam kondisi mudah busuk.
Hal tersebut membuat pedagang kesulitan menjual cabe rawit ke konsumen. Selain harganya tinggi, cabai rawit yang tidak terjual membusuk dalam beberapa hari.
"Berbeda ketika harga cabai rawit murah. Kualitasnya justru baik dan tidak mudah busuk. Ini disebabkan kadar air yang rendah karena ditanam saat musim kemarau," ungkap Sarbini, pedagang di los sayur mayur. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cabai-di-klaten_20170130_174107.jpg)