Forpi Temukan Ada Indikasi "Aktor" Dalam Pengurusan IMB

Dari data awal, pihaknya memang menemukan adanya beberapa pihak yang terlibat dalam proses pengajuan IMB.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proses perizinan untuk mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) diduga dapat melibatkan banyak orang.

Bahkan ditengarai ada sejumlah aktor yang terlibat untuk memperlancar perizinan ini keluar.

Koordinator Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta, Winarta menjelaskan, pihaknya hingga kini terus mengkaji dan melakukan investigasi terkait IMB hotel yang menjadi salah satu isu sensitif di kota ini.

Dari data awal, pihaknya memang menemukan adanya beberapa pihak yang terlibat dalam proses pengajuan IMB.

“Data awal yang kami terima adalah banyak IMB yang atas namanya bukan pemilik hotel yang bersangkutan. Jadi tidak selalu pemilik usaha atau hotel ini IMBnya juga atas nama sendiri, ada orang lain,” kata Winarta kepada Tribun Jogja, Minggu (15/1/2016).

Dia menjelaskan, hal seperti inilah yang sering menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Hal ini lantaran, masyarakat terdampak bangunan hotel ini pada akhirnya tidak bisa berhadapan langsung dengan pemilik bangunan hotel jika ada masalah.

Secara otomatis, warga hanya berhadapan dengan pemegang IMB yang sebenarnya hanya bagian dari orang atau aktor yang memperlancar proses perizinan.

Sehingga, kata Winarta, biasanya setelah IMB turun ada gejolak dengan bangunan yang sedang dikerjakan.

Apalagi, imbuhnya, dalam pengajuan perizinan ada beberapa orang yang bersifat pragmatis. Sehingga, ketika ada gejolak di masyarakat hal ini tidak akan mudah diselesaikan.

Winarta pun menyebut, pernyataan Pemkot setempat yang merahasiakan data indentitas 104 hotel yang mengajukan IMB dan dari jumlah itu baru 87 hotel yang memegang IMB, akan menjadi sebuah tanda tanya.

“Seharusnya, memang ada yang dirahasiakan. Akan tetapi bagi masyarakat wajib tahu, supaya mengetahui di dekatnya akan dibangun hotel. Ini juga untuk menjaga aspek akuntabilitas dari Pemkot setempat,” paparnya. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved