Kisah Para Pencuri Cabai: Mulai dari Gerombolan Bocah Hingga Pemburu Bajing
Beberapa pencuri berhasil ditangkap oleh warga dan aparat keamanana. Simak beberapa cerita yang cukup mengenaskan ini.
TRIBUNJOGJA.COM - Cabai merah jadi bahan pangan yang paling banyak diperbincangkan saat ini.
Bagaimana tidak? Harganya di pasaran mencapai Rp 140 ribu.
Mungkin inilah yang membuat sebagian orang berwatak kriminal berpikir untuk menggondol tanaman cabai tetangga di kampungnya.
Beberapa pencuri berhasil ditangkap oleh warga dan aparat keamanana. Simak beberapa cerita yang cukup mengenaskan ini.
1. Fajar, Pencuri Cabai yang Ditinggal Rekannya
Fajar, warga Desa Gabru, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri mengaku terpaksa mencuri lombok untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dia mengajak dua orang temannya menggasak tanaman cabe di ladang.
“Saya mencuri cabai dengan memangkas batangnya. Cabai itu kemudian saya masukkan ke dalam karung. Setelah itu, kami pergi membawa cabai hasil curian menggunakan sepeda motor,” kata Fajar di Mapolsek Gurah, Selasa (11/1/2017).
Fajar berhasil ditangkap warga. Namun dua temannya berhasil lolos saat digerebek.
2. Trio Bocah Maling Dapat Simpati Warga
Tiga anak yang masih berusia 12 hingga 13 tahun ini hampir saja dihabisi warga dan diseret ke rumah ketua RT setempat beserta barang bukti tiga kilogram cabai.
"Kasihan juga melihat anak-anak itu nangis diseret-seret warga, mau nampar juga gak tega, lha dijewer aja dah nangis," kata Nurudin yang cabainya dicuri, Selasa (10/1/2017).
Tiga anak dari dusun tetangga tersebut mengaku, cabai hasil curian tersebut rencananya ingin dijual di pasar, dan hasilnya untuk membeli minuman dan rokok.
3. Ingin Menangkap Bajing, Eh Jadi Curi Cabai
Sejumlah petani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Temanggungpun dibuat resah karena pencuri cabai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cabai-maling_20170113_080933.jpg)