Viral Medsos

Ngaji di Sini Tidak Harus Pakai Baju Koko dan Peci, Yang Penting Hatinya Alquran

Terlihat para santri tetap asyik membaca Alquran dan Iqro', padahal beberapa di antaranya masih mengenakan topi, kaos, serta jaket.

Penulis: say | Editor: oda
Facebook/Rizki Rahardian
Suasana di TPA yang dikelola Rizki Rahardian bersama komunitas Jaga Sesama. Santri diperkenankan memakai topi, kaos dan jaket ketika belajar membaca Alquran. 

TRIBUNJOGJA.COM - Selama ini, mengaji di Taman Pendidikan Alquran (TPA) identik dengan pakaian rapi, seperti memakai baju koko atau kemeja dan juga peci. Hampir semua santri akan berpakaian demikian ketika belajar.

Namun apa yang terjadi di Solo, Jawa Tengah, sungguh lain dari yang lain.

Di sebuah foto yang beredar di dunia maya, terlihat para santri tetap asyik membaca Alquran dan Iqro', padahal beberapa di antaranya masih mengenakan topi, kaos, serta jaket.

TPA yang dikelola Rizki Rahardian2
Suasana di TPA yang dikelola Rizki Rahardian bersama komunitas Jaga Sesama. Santri diperkenankan memakai topi, kaos dan jaket ketika belajar membaca Alquran.

Foto itu diviralkan oleh beberapa netizen, salah satunya adalah Rizki Rahardian di grup Klithikan Karesidenan Solo.

Tak hanya foto, Rizki juga membuat postingan berisi ajakan agar netizen mau belajar mengaji Alquran.

Selain tak dipungut biaya, para santri juga bisa memperoleh snack gratis.

"Maaf melenceng. TPA yukk. Sareng-sareng belajar ngaji Alquran setiap Selasa malam dan Jumat malam jam 20.00 di Jaga Sesama untuk umum. Bagi yang mulai dari awal iqro, juzama, sampai Alquran. Tidak dipungut biaya. Gratis.. tis.. tis. Perlengkapan sudah disediakan berikut snack dan kopinya. Info lebih ke CP/WA 081227192990 atau pin bb D36EDAF6," tulis Rizki, Minggu (8/1/2017).

Postingan Rizki menjadi perhatian netizen karena konsep belajar Alquran tersebut cukup unik.

Saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Rizki membenarkan bila santri di TPA yang ia kelola bersama komunitas Jaga Sesama boleh berpakaian bebas tetapi sopan ketika mengaji.

Latar belakang santrinya pun beragam. Ada yang pengusaha, pemusik, ustadz, pengamen, tukang gambar dan masih banyak lagi yang lain.

Rizki dan teman komunitasnya selalu mengajarkan budaya cerdas pada mereka.

"Saya mencoba mengajarkan kepada mereka budaya cerdas. Yang mana aurat, yang mana yang pantes dpakai. Muda itu takdir, jadi tetaplah jadi pemuda seperti biasanya tapi hatinya tetep di Alquran," ungkap Rizki, Kamis (12/1/2017).

Ia meyakini ada yang pro ataupun kontra terhadap langkah yang dilakukannya. Namun, ia sudah berkonsultasi pada beberapa ulama dan justru mendukung hal tersebut.

Adapun lokasi TPA berada di daerah Manahan, Solo. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved