Dari Recehan Koin Demi Koin untuk Beasiswa Sekolah Para Bocah Tak Mampu
Masyarakat di Indonesia tahu bahwa CAC mengumpulkan koin untuk beasiswa sekolah anak yang membutuhkan.
Penulis: app | Editor: Ikrob Didik Irawan
Pria tersebut menyapa anggota komunitas dengan ceria. Terlihat mereka kenal cukup dekat dengan pria ini.
"Terjebak macet mas," ujarnya sembari menyalami Tribun Jogja.
Ia adalah Yosephus Ardean (30). Pria yang biasa disapa Ade tersebut pada tahun 2009 lalu merupakan penggagas sekaligus pendiri YCAC.
Kepada Tribun Jogja, Ade pun bercerita awal mula sejarah terbentuknya YCAC.
"Awal mulanya tahun 2008 saya bersama teman-teman kerja praktek saat kuliah di Teknik Mesin UGM. Saya di Riau temen di Jakarta. Pada saat di perantauan tersebut kita merasa ingin membantu seseorang tapi masih bingung dalam bentuk apa. Setelah kembali ke Jogja kita punya ide cari sesuatu yang nilai kecil tetapi bisa bantu orang," jelas Dosen di Teknik Mesin SV UGM tersebut.
Setelah kembali ke Yogyakarta, pada tahun 2009 akhirnya CAC yang di gagas Ade bersama rekannya Karlina dan Anto resmi debut CCD pertama di Sunmor Lembah UGM.
Pada saat itu, terkumpulah uang senilai Rp 170 ribu.
"Saat persiapan tersebut kita browsing ternyata gerakan seperti ini sudah ada dan diprakarsai Nia sama Hanny di Jakarta. Akhirnya kita bergabung karena memilik ide yang sama," jelasnya.
Setelah beberapakali CCD pada waktu itu, YCAC yang fokus memberikan beasiswa pendidikan dasar akhirnya mengangkat dua adek asuh atau penerima beasisa bernama Dewa dan Diah.
"2010 saya ke Jakarta tapi relawan di Jogja sudah banyak. Saat di Jakarta saya bantu CAC di Jakarta."
Momen 2011
CAC sendiri kemudian menjadi booming setelah tampil diacara salah satu televisi swasta.
Dari situlah masyarakat di Indonesia tahu bahwa CAC mengumpulkan koin untuk beasiswa sekolah anak yang membutuhkan.
Berbagai relawan dan kota lain sangat antusias bergabung CAC.
"Relawan sudah banyak, CAC mulai dikenal. 2013 saya keluar kerja dan memutuskan kembali berkuliah di Yogyakarta dan otomatis kembali ke YCAC," kisahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/komunitas-pengumpul-koin_20161221_115016.jpg)