Facebook Segera Rilis Fitur Baru untuk Tangkal Persebaran Berita Hoax

Facebook mengumumkan akan mengeluarkan fitur baru untuk membantu menangkal berita-berita bohong di jejaring sosialnya.

Tayang:
Editor: Muhammad Fatoni

TRIBUNJOGJA.COM - Pendiri Facebook membela jejaring sosialnya atas berita bohong yang beredar di situsnya dalam beberapa bulan terakhir.

Facebook mengumumkan akan mengeluarkan fitur baru untuk membantu menangkal berita-berita bohong di jejaring sosialnya.

Fitur-fitur pelaporan baru dikeluarkan bersama fitur perubahan lainnya yang dirancang untuk mencegah penyebaran informasi palsu.

Facebook mendapat kritikan luas bulan lalu setelah banjir laporan berita palsu yang disebut mempengaruhi pemilihan presiden Amerika Serikat.

Fitur-fitur baru itu mencakup kemampuan untuk menandai berita bohong, serta kemungkinan perubahan terhadap algoritma Facebook.

"Kami meyakini prinsip memberikan suara pada orang-orang dan bahwa kami tidak bisa menjadi penengah dari kebenaran sendirian, jadi kami melakukan pendekatan terhadap masalah ini dengan hati-hati," kata perusahaan itu dalam pengumumannya seperti dikutip BBC Indonesia.

Jejaring sosial itu juga telah menambah sebuah pilihan baru bertuliskan "itu adalah berita palsu" pada fitur pelaporan, yang saat ini digunakan untuk spam atau konten 'mengganggu' lainnya.

Facebook juga memperkenalkan sebuah label untuk berita-berita yang 'dipertikaikan' dan disebutkan akan merujuk ke pihak ketiga untuk mengecek kebenaran kabar dimaksud.

Facebook merilis tampilan komputer dari sistem pelaporan baru.
Pihak yang mengecek fakta harus mendaftarkan persetujuan pada ketentuann prinsip agar bisa berpartisipasi.

Saat ini ada 43 yang sudah terdaftar, termasuk organisasi-organisasi berita di beberapa negara.

Poynter, perusahaan yang mengoperasikan skema tersebut, mengatakan mereka 'membahas ulang' proses aplikasi sesudah keluarnya keputusan Facebook itu.

Facebook mengungkapkan berita-berita yang ternyata palsu setelah dicek kebenarannya, akan ditandai dengan tautan yang menjelaskan mengapa.

Berita-berita bohong itu juga akan berada di posisi terbawah dalam lini masa.

Facebook also said it was looking into penalising websites which tried to mimic major publishers, or misled readers into thinking they were a well-known news source.

Berita-berita yang dipertikaikan juga akan dilengkapi peringatan kepada para pengguna sebelum mereka membagikan kabar yang bisa jadi merupakan berita bohong itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved