Panglima TNI Ngaku Dapat Bocoran dari Seorang Ulama Besar, Ini Isi Bocorannya

Dia menjelaskan bahwa masyarakat yang akan kembali melakukan aksi unjuk rasa akan membawa isu yang berbeda

Editor: Muhammad Fatoni
Dani Prabowo
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo 

TRIBUNJOGJA.COM - Panglima TNI mengklaim bahwa dirinya sempat dihubungi seorang ulama besar dan mengatakan bahwa rencana penggulingan itu ada dan nyata.

"Bahkan ulama besar mencium adanya penggulingan itu kepada saya," jelasnya saat ditemui di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (24/11/2016)

Dia menjelaskan bahwa masyarakat yang akan kembali melakukan aksi unjuk rasa akan membawa isu yang berbeda dengan sebelumnya.

Isu yang dibawa yaitu turunkan siapapun yang melindungi Ahok.

"Di media sosial kan sudah begitu ramai yang berbicara seperti itu. Nah kami mengharapkan bahwa itu tidak boleh terjadi sama sekali," tambahnya.

Padahal, kata Gatot, Aksi 4 November 2016 lalu sudah membawa cap yang positif dari dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang mayoritas muslim dan sangat indah.

"Maka, mari tunjukkan Indonesia adalah apa yang telah dicap oleh dunia yang damai, indah dan tertib," kata Gatot.

Dari Laporan Intelijen, Polri Kantongi Orang-orang yang Hendak Lakukan Makar

‎Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sudah menyatakan akan ada upaya makar pada rencana aksi 25 November mendatang.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Kombes Rikwanto, Kapolri menyatakan hal tersebut karena adanya laporan intelijen.

"Pak Kapolri dapat itu dari penelusuran dan laporan intelijen mendalam. Ternyata disinyalir ada upaya ke arah sana," terang Rikwanto, Kamis (24/11/2016) di Mabes Polri.

Rikwanto melanjutkan sudah ada beberapa pihak yang diduga, namun Rikwanto enggan mengungkapkan siapa mereka.

"Kalau siapa yang diduga, pasti ada saja. Sampai sekarang penyelidikan tetap berjalan," singkatnya.

‎Untuk diketahui, Bareskrim Polri kini tengah menyelidiki adanya dugaan makar di aksi Jumat (25/11/2016) nanti, dimana menurut informasi akan ada upaya pendudukan DPR dan menggulingkan pemerintahan Jokowi.

Kabareskrim Komjen Ari Dono mengaku telah menerima laporan polisi dari seorang pelapor yang identitasnya dirahasiakan soal adanya upaya makar tersebut.

"Ada laporan polisi, ada pelapornya dan saat ini masih penyelidikan," tegas Ari Dono, Rabu (23/11/2016) di Mabes Polri.

Ari Dono menjelaskan upaya makar tersebut sudah jelas dan semua pihak bisa melihat, meski begitu proses penyelidikan tetap harus dilalui.

"Semuanya itu kan jelas, nyaata, semua bisa melihat dan mendengar. Tapi kan tetap prosesnya sama, penyelidikan dulu," tambah Ari Dono. (*)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved