50 Startup Kuliner Bakal Belajar Bareng di Yogya
50 peserta kali ini sendiri berasal dari beragam daerah di DIY, Jateng, Jakarta, Bogor hingga Bali.
Penulis: khr | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 50 pelaku usaha kreatif bidang kuliner dari berbagai daerah di Indonesia, akan mendapatkan suntikan berharga dari para mentor dan pelaku usaha bisnis kuliner yang sudah berhasil.
50 pelaku hasil saringan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tersebut akan mengikuti 50 Foodstartup Demoday, yang akan digelar di Westlake Resto Sleman pada 28-30 November 2016 guna mencari 10 terbaik yang akan menjalani tahap Inkubasi.
Deputi II Bidang Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, menjelaskan 50 orang pelaku usaha itu adalah hasil saringan dari sekitar 611 pelaku usaha kuliner yang mendaftar ke Bekraf.
"Acara ini untuk memberi kesempatan startup bidang kuliner memperkaya ilmu, memperluas network sharing dengan mentor yang sudah berpengalaman di bidang kuliner," jelas Fadjar saat jumpa pers, Senin (21/11/2016).
Saat mentorship nanti, masing-masing startup mempunyai kesempatan untuk pitching atau presentasi produk dan business concept kepada para mentor dan akan mendapatkan feedback dari para mentor.
Mentornya sendiri merupakan orang yang sudah menggeluti dunia kuliner sejak lama hingga kini sukses seperti Founder Kebaba Turki Baba Rafi Nilam Sari, Founder Klinik Kopi Firmansyah, Manajer Jejamuran Purbo Baskoro dan lainnya.
Nantinya dari 50 peserta akan disaring menjadi 25 peserta dan ujungnya akan disaring kembali menjadi 10 peserta terbaik yang akan menjalani tahap Inkubasi selama 30 hari di Jakarta.
"Setelah melewati tahap inkubasi dan dan validasi 10 startup yang siap scale up akan bertemu dengan investor. Kami berharap ekonomi kreatif khususnya bidang kukiner bisa berkembang dengan acara ini," tambah Fadjar.
Kesulitan akses permodalan memang menjadi salah satu masalah utama bagi pelaku ekonomi kreatif karena mereka biasanya hanya memiliki ide namun tidak memiliki aset sehingga kesulitan mengakses ke bank, sehingga acara ini diharapkan bisa membantu para pelaku industri kreatif di bidang kukiner.
Kasubdit Dana Masyarakat Bekraf, Hanifah, menambahkan Yogya dipilih sebagai pilot project kegiatan ini dan diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain.
50 peserta kali ini sendiri berasal dari beragam daerah di DIY, Jateng, Jakarta, Bogor hingga Bali.
"Target kita sebenarnya Yogya-Jateng, tapi ternyata animonya luar biasa, ada 600 lebih pendaftar dalam dua minggu hingga panitia kesulitan melakukan seleksi, ternyata kuliner sangat berkembang dan itu membuat kami makin bersemangat," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/startup-kuliner_20161121_202943.jpg)