Sastra
SAJAK: Aku Benci Perang Ini
Dengan sangat terpaksa aku harus ada di dalamnya, Terhuyun, sekarat, dan hampir mati karena luka yang menganga
Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: Iwan Al Khasni
Aku benci perang ini
Desingan peluru menghentak keras
Dentuman mortir mengoyak langit hitam
Prajurit satu per satu kehilangan nyawanya
Membunuh atau dibunuh?
Hanya itu pilihan yang ada
Dengan sangat terpaksa aku harus ada di dalamnya
Terhuyun, sekarat, dan hampir mati karena luka yang menganga
Aku benci perang ini
Tetapi ini yang sedang terjadi
Dengan kejamnya dan tak punya hati
Tak pernah peduli meski hari terus berganti
26 jam dalam sehari
Tubuh berpeluh di sergapan moncong senjata
Dan tak ada harapan tuk memenangkannya
Menyerah?
Itu pilihan yang memuakkan!
Terus berlari?
Tetapi aku harus siap mati!
BACA JUGA:
CERPEN: Mengapa Tanah Berkalang Darah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/perang-ilustrasi_20161113_103758.jpg)
