Jogja Street Style Dokumentasikan Gaya Jalanan Anak Muda di Yogya

Proyek ini sederhana, hanya memotret orang yang dinilai memiliki selera fashion yang unik, kemudian mengunggahnya di akun Instagram.

Tayang:
Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
Ist
Jogja Street Style 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berbekal ketertarikan terhadap dunia fashion, Swastati Dipta (22) dan Gilang Chandra Hayuningrat (22) memulai personal project yang dinamai Jogja Street Style.

Proyek ini sederhana, hanya memotret orang yang dinilai memiliki selera fashion yang unik, kemudian mengunggahnya di akun Instagram.

Kegemaran memotret pakaian unik yang dikenakan orang lain sudah dialami Gilang sejak SMA. Kepadatan jam sekolah menghambatnya untuk menekuni hobi ini, hingga akhirnya dapat terealisasi saat ia kuliah.

Menempuh kuliah di Jurusan Disain Komunikasi Visual Institut Kesenian Indonesia (DKV ISI) Yogyakarta, memberi kesempatan Gilang untuk bertemu banyak orang yang berani mengenakan pakaian-pakaian unik.

Akhirnya berkolaborasi dengan Swastati Dipta atau yang kerap disapa Tita, Gilang pun meluncurkan akun Instagram Jogja Street Style pada Januari 2016.

Meskipun baru berusia muda, namun personal project ini banyak digemari oleh orang yang memiliki selera fashion yang unik pula.

"Di Yogyakarta selama ini belum ada yang ngefotoin gaya-gaya berpakaian di Yogyakarta. Jogja Street Style memang terbilang segmented market, tidak semua orang suka. Di sini kami ingin menyampaikan bahwa berpakaian itu tidak ada yang salah, tapi taste atau seleranya beda-beda," ujar Tita.

Penggunaan istilah Street Style di sini juga mengandung arti tersendiri. Jika di luar negeri seperti New York atau Tokyo, Street Style atau fashion jalanan benar-benar ada.

Namun di Indonesia, terutama Yogyakarta, Street Style dimaknai sebagai gaya personal tiap orang sehari-hari, karena budaya berjalan kaki juga sangat jarang ditemui di Yogyakarta.

"Karenanya yang diambil adalah spiritnya, Street Style adalah spirit bebas berekspresi dalam berpakaian," kata Gilang.

Berbeda dengan kota-kota besar lainnya, Yogyakarta memiliki selera fashion yang unik. Anak-anak muda di Jakarta dan Bandung misalnya, lebih menyukai selera fashion yang lebih urban dengan style lebih practical, trendi dan berani.

Sementara fashion di Yogyakarta selama ini terlihat seperti terbagi menjadi area utara dan selatan.

Hal ini disinyalir lantaran di utara banyak universitas yang mahasiswanya lebih bergaya modern, sementara di selatan terdapat ISI yang mahasiswanya lebih berdandan nyentrik.

Area universitas inipun yang mengkategorikan bahwa biasanya anak muda dari utara cenderung memiliki style yang stylish dan simpel, sedangkan anak muda dari selatan lebih berani bereksperimen dalam berpakaian.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved