Akar Pohon Perindang Jalan Diduga Rapuh

Dari pengamatan sementara, pohon tidak memiliki akar yang cukup kuat. Hal tersebut menjadikan pohon tidak tertancap kuat pada tanah.

Penulis: ang | Editor: oda
tribunjogja/angga purnama
Petugas BPBD Klaten mengangkat pohon tumbang di Jalan Pemuda, Selasa (8/11) sore. Cuaca ekstrim angin kencang itu, mengakibatkan robohnya pohon di sejumlah wilayah di Klaten. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Tumpangnya pohon perindang akibat diterpa angin kencang, terjadi lantaran rapuhnya akar pohon di tepi jalur protokol tersebut.

Kondisi tersebut membuat pohon tidak kuat menahan terjangan angin kencang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Bambang Giyanto mengatakan dari pengamatan sementara, pohon tidak memiliki akar yang cukup kuat. Hal tersebut menjadikan pohon tidak tertancap kuat pada tanah.

“Pohonnya tidak menancap kuat, tidak ada akar tunggang yang menahan batang dan dahan pohon,” kata dia saat memimpin penangan pohon tumbang di Jalan Pemuda, Selasa (8/11/2016).

Selain itu, menurutnya posisi pohon yang berada tepat di median jalan sangat riskan untuk tumbang. Pasalnya akar pohon hanya tertutup kanstin dan paving yang ada di median jalan.

Diduga kondisi serupa juga terjadi pada pohon-pohon perindang jalan lainnya. Bambang mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kondisi pohon yang ada di tepi jalan.

“Nanti akan dilihat mana saja yang rapuh. Bukan hanya akarnya, kondisi pohon yang terlalu rindang nantinya juga menjadi prioritas penanganan,” ungkapnya.

Dalam pendataan tersebut, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membidangan masalah ini.

Pasalnya jumlah pohon yang ada di tepi jalan milik kabupaten cukup banyak.

“Akan segera kami koordinasikan, mengingat masih ada potensi cuaca ekstrim,” kata dia.

Terpisah, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DPU ESDM Klaten, Shodiq Anwar mengatakan atas kejadian tersebut pihaknya akan melakukan pemangkasan dahan pada pohon-pohon perindang.

Hal tersebut dimaksudkan untuk meringankan beban yang ditopang akar pohon.

"Sebenarnya kegiatan repel-repel (pemangkasan) rutin dilakukan, namun dengan kejadian ini akan lebih diintensifkan. Prioritasnya di Jalan Pemuda,” paparnya, Jumat (8/11/2016).

Terkait pemetaan pohon perindang yang kondisinya sudah rapuh, Shodiq mengatakan hal tersebut akan merupakan langkah lebih lanjut.

Pasalnya pemetaan tersebut tidak bisa hanya ditangani oleh pihaknya.

“Nanti dikoordinasikan lagi, yang paling mendesak adalah mengurangi beban pada pohon. Terutama pada pohon yang dahannya sudah lebat,” kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved