Yogyakarta Diperkirakan Bakal Dilalui 20 Juta Penumpang Udara

Diperkirakan ada 20 juta penumpang tiap tahun yang melewati bandara di wilayah DIY ini pada masa mendatang.

Yogyakarta Diperkirakan Bakal Dilalui 20 Juta Penumpang Udara
tribunjogja/krisna sumargo
Workshop pemangku kepentingan Bandara Adisucipto di Royal Ambarukmo Hotel, Selasa (1/11/2016) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bandara baru di Kulonprogo didesain untuk menangkap lalu lintas penerbangan internasional secara langsung dari beberapa negara.

Diperkirakan ada 20 juta penumpang tiap tahun yang melewati bandara di wilayah DIY ini pada masa mendatang.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisucipto, Agus Pandu Purnama mengatakan, bandara baru yang akan dibangun ini dirancang sebagai bandara internasional secara lengkap. Dalam artian, pelayanan penerbangannya jauh lebih luas dan menjangkau banyak negara dengan penerbangan langsung (direct flight). Setidaknya, untuk wilayah Asia dan Australia.

"Jadi, catchmen area (tangkapan penerbangan) bandara baru nanti memungkinkan dari Australia tiga wilayahnya siap untuk direct flight (Pearth, Sidney, Melbourne). Demikian juga untuk Hongkong dan China, tidak perlu transit lewat Singapura ataupun Jakarta. Langsung terbang ke Yogyakarta," kata Pandu di sela workshop pemangku kepentingan bandara yang digelar PT AP I di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Selasa (1/11/2016).

Hingga 2041, jumlah penumpang penerbangan yang hilir mudik melalui bandara di Yoyakarta diperkirakan mencapai 20 juta penumpang per tahun.

Perkiraan itu didasarkan pada pertumbuhan penumpang dalam empat tahun terakhir yang mencapai 13 persen.

Kepadatan pengguna jasa penerbangan ini tentu tidak akan mampu lagi terakomodasi oleh bandara yang ada saat ini alias Bandara Adisucipto. Pasalnya, kapasitas terminal hanya cukup untuk menampung 1,2 juta orang per tahun sedangkan pada sepanjang 2015 lalu penumpang tercatat mencapai 6,4 juta orang.

Di sisi lain, banyak permintaan penambahan slot penerbangan dari maskapai. Saat ini, pun trafik penerbangan sudah naik sekitar 8,24 persen di mana pada 2015 tercatat ada 68.729 pesawat yang hilir mudik melalui Adisucipto. Adapun pada 2020, diperkirakan jumlahnya meningkat jadi 76.085 pesawat yang lepas landas maupun mendarat.

Pandu mengatakan, trafik pesawat yang terus meningkat ini jelas tak bisa diatasi oleh Bandara Adisucipto karena fasilitas penerbangan yang terbatas. Misalnya panjang landasan pacu atau runway yang terbilang pendek (2.200 meter persegi) maupun apron (sepanjang 32.921 meter untuk 9 pesawat narrow body) dan juga kapasitas terminal penumpang.

Maka itu, bandara baru di Kulonprogo dibuatkan runway lebih panjang dan terminal lebih luas dibanding Adisucipto. Bandara ini dirancang untuk melayani hingga 14 juta penumpang per tahun dengan keluasan terminal mencapai 130.000 meter persegi. Kapasitasnya sekitar 28 pesawat melalui apron seluas 371.205 meter persegi.

"Tahap pertama kita bangun landasan sepanjang 3.250 meter dengan luasan terminal 130.000 meter persegi. Targetnya, tahap pertama diselesaikan pada 2019 kalau groundbreaking bisa dilaksanakan November ini. Lalu di tahap dua nanti, kita bangun landasan sampai 3.600 meter panjangnya," kata Pandu.(*)

Penulis: ing
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved