Wulansari, Pelajari Falsafah Jawa Melalui Tarian
Pada waktu TK, Wulan diperkenalkan pada tari kreasi anak-anak, kemudian saat SMP mulai menekuni tari klasik Yogyakarta dan tari Bali.
Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berbekal ketertarikannya pada dunia seni tari, Wulansari menjadi mengerti pengetahuan mengenai tradisi dan budaya Jawa, khususnya Yogyakarta.
Pengetahuan inilah yang mendorongnya mengikuti ajang Dimas Diajeng Sleman pada tahun 2014 dan Putri Indonesia tahun 2016.
Sedari kecil, Wulan, begitu dara manis ini akrab disapa, sudah menyukai seni tari tradisional.
Pada waktu TK, Wulan diperkenalkan pada tari kreasi anak-anak, kemudian saat SMP mulai menekuni tari klasik Yogyakarta dan tari Bali.
”Budaya kan sudah ada sejak dulu, kalau bukan kita siapa lagi yang akan lestarikan ? Kita lahir dari budaya, rasanya ada perasaan terpanggil untuk mengetahui tentang Yogyakarta,” ujarnya.
Menekuni seni tari membuatnya paham dengan filosofi dalam setiap gerakan yang dilakukannya.
Falsafah ‘Greget Sawiji Sengguh Ora Mingkuh’ pada tarian Kraton Yogyakarta misalnya, mengandung empat sifat kesatria yang diajarkan Sultan HB I melalui tarian.
Tidak jarang, makna yang terkandung dalam tarian tersebut mempengaruhi perilakunya sehari-hari.
”Falsafah tarian menuntun untuk berbuat baik, bisa berperilaku lebih baik, punya greget dan percaya diri,” kata bungsu empat bersaudara ini.
Ilmu-ilmu yang didapatnya dari mmenari itulah yang kemudian menjadi bekal Wulan untuk mengikuti ajang Dimas Diajeng Sleman dan Puteri Indonesia.
Wulan yang awalnya pemalu, memiliki mimpi untuk bisa berkontribusi pada daerahnya melalui ajang tersebut.
Lahir di Sleman mendorong Wulan untuk mendukung pariwisata di Sleman melalui event Dimas Diajeng Sleman.
Event ini, menurutnya juga menjadi pijakan bagi Kabupaten Sleman, untuk promosi pariwisata, kebudayaan, kearifan lokal dan semua hal yang berkaitan dengan Sleman.
Langkah penari ini pun berlanjut ke ajang Puteri Indonesia DIY 2016 dimana ia berhasil menyabet predikat Puteri Indonesia DIY Favorit 2016.
Sempat merasa minder dengan peserta yang lain, namun Wulan mampu menunjukkan bakatnya menari dan menceritakan pengetahuannya mengenai Yogyakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wulansari_20161101_141148.jpg)