Dalyo Berlatih Keras untuk Pimpin Upacara

Dalyo mengaku butuh usaha keras untuk menghafal naskah Bahasa Jawa Kuno yang digunakan untuk memimpin upacara.

Penulis: app | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Arfiansyah Panji Purnandaru
Suasana upacara yang digelar pedagang Pasar Wates untuk menyemarakkan HUT ke 65 Kabupaten Kulonprogo, Sabtu (15/10/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Memimpin upacara bagi sebagian orang memang susah. Apalagi, jika menjadi pemimpin upacara tersebut dilakukan dengan menggunakan bahasa Jawa Kuno.

Hal tersebut tampak juga dirasakan oleh Dalyo.

Lelaki paruh baya berusia 64 tahun tersebut menjadi Pemimpin Upacara yang digelar di Pasar Wates sebagai bentuk menyemarakkan HUT Kulon Progo ke-64.

Dalyo mengaku butuh usaha keras untuk menghafal naskah Bahasa Jawa Kuno yang digunakan untuk memimpin upacara.

Sebelum upacara digelar, Dalyo harus belajar sampai jam 12 malam dan bangun jam tiga pagi.

"Umur 64 tahun baru sekali ini ikut pakai bahasa Jawa. Pelajari sampai jam 12 malam dan jam tiga pagi istri membangunkan dan latihan lagi," kisahnya.

Awalnya, Dalyo pun mengaku bingung apakah akan menggunakan angkat tangan atau menunduk dalam melakukan hormat.

Tetapi akhirnya berdasarkan kesepakatan ia memilih mengunakan hormat dengan cara yang jamak yaitu mengankat tangan.

"Persiapan ribet tidak ribet namanya sudah ketentuan ya saya berusaha semaksimal mungkin," tutupnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved