Dinas SDAEM Sleman Akan Tindak Tegas Pangkalan Gas Melon Nakal yang Melebihi HET
Kewenangan kontrol harga oleh dinas, Pertamina dan Hiswana Migas hanya di tingkat agen dan pangkalan.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman, Sapto Winarno, mengatakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dibuat agar pihak pangkalan elpiji langsung bisa melayani para konsumen akhir, bukan hanya pengecer.
Namun, harga gas melon yang melampaui HET ketika sampai di tangan masyarakat pengguna melalui pengecer tak bisa dikontrol.
Kewenangan kontrol harga oleh dinas, Pertamina dan Hiswana Migas hanya di tingkat agen dan pangkalan.
"Nah, kalau ada pangkalan yang kasih harga di atas HET, tentu akan kami tindak. Mereka kan juga sudah punya kontrak soal itu dengan Hiswana dan Pertamina," kata dia.
Dia menyebut, pihaknya akan menelusuri adanya kemungkinan pangkalan nakal yang menjual gas di atas HET.
Sejauh ini, dalam pantauannya, ketersediaan gas elpiji tabung hijau itu di pasaran masih stabil tanpa kekosongan.
Kuota elpiji melon untuk Kabupaten Sleman sebesar 34.934 tabung per hari disebutnya masih mampu menutup kebutuhan masyarakat.
Pemerintah DIY sendiri sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji kemasan 3 kilogram alias gas melon Rp15.500 per tabung.
Namun di Sleman, harga itu bisa meninggi kisaran Rp17.000 ketika sampai di tangan konsumen.
Informasi yang dihimpun Tribun Jogja, meningginya harga rupanya sudah terjadi sejak di tingkat pangkalan lalu berlanjut ke pengecer. Sehingga harga yang ditebus masyarakat sebagai pengguna sudah tinggi.
Setidaknya, hal itulah yang diakui seorang pemilik pangkalan gas elpiji di wilayah Kalasan bahwa dirinya menjual gas melon dengan harga Rp16 ribu atau selisih lebih tinggi Rp500 dari HET.
Hal ini dilakukannya mengingat pangkalan lain di sekitar wilayahnya juga melakukan hal serupa. Bahkan, harga jualnya lebih mahal darinya.
"Saya jual Rp16 ribu itu paling murah. Pangkalan yang lain malah jual Rp17-18 ribu," kata pria yang tak mau disebutkan namanya itu, Senin (3/10/2016). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gas-melon-sleman_20161004_085942.jpg)