Berwisata dan Mengenal Tradisi Jawa di Kampung Dipowinatan Yogyakarta

Jika dilihat sepintas tidak ada yang istimewa dari kampung Dipowinatan

Penulis: Hamim Thohari | Editor: Muhammad Fatoni
Dok.Kampung Wisata Dipowinatan
Kampung Wisata Dipowinatan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jika dilihat sepintas tidak ada yang istimewa dari kampung Dipowinatan. Salah satu kampung di pusat kota Yogyakarta atau tepatnya berada di Kelurahan Keparakan, kecamatan Mergangsan, kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta ini layaknya kampung lainnya.

Di balik suasana kampung yang padat pemukiman, tersimpan beragam potensi yang begitu menarik. Bermodalkan potensi tersebut sejak tahun 2006 yang lalu kampung ini mendeklarasikan diri menjadi kampung wisata.

"Kami memiliki nilai-nilai budaya dan tradisi Jawa yang kami pertahankan hingga saat ini. Dan hal tersebut yang menjadi modal kami," ujar Sigit Istiarto selaku ketua kampung wisata Dipowinatan.

Kampung Dipowinatan

Lebih lanjut dia mengatakan dengan membangun kampung wisata berbasis budaya dan tradisi, wisatawan yang berkunjung akan diajak melihat ragam tradisi dan budaya di tengah masyarakat secara langsung.

Beragam tradisi Jawa yang mengiringi silkus kehidupan adalah salah salah satu daya tarik yang ditawarkan kampung wisata ini.

Mitoni, brokohan, tedak siten, tradisi siraman dalam pernikahan, hingga prosesi pemakaman, adalah sejumlah hal yang ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung.

Kuliner tradisional Dipowinatan

Jika dikemas secara menarik, tradisi-tradisi tersebut mampu menarik wisatawan domestik hingga mancanegara.

"Bagi wisatawan yang datang juga kami ajak blusukan ke kampung Dipowinatan melihat kehidupan masyarakat dari dekat. Ada juga kegiatan visiting Java Family yang kami berikan kepada pengunjung," ujar Sigit.

Kegiatan ini berupa kunjungan ke rumah salah satu warga kampung Dipowinatan. Di sana wisatawan bisa melihat bagaimana tata cara orang Jawa menyambut tamu, seperti menyajikan minuman dan makanan dengan cara laku ndodok (jalan jongkok).

Di kampung wisata Dipowinatan juga berkembang sejumlah kesenian tradisional yang bisa wisatawan nikmati, mulai dari tari klasik Jawa, jatilan anak, karawitan, hingga kelompok bregodo.

Penyambutan <a href='https://jogja.tribunnews.com/tag/wisata' title='wisata'>wisata</a>wan

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved